DKP Pangkalpinang Hapus Retribusi Nelayan

332
illustration by google.com

Mudah-mudahan awal 2016 retribusi nelayan sudah dihapus, sehingga harga ikan tidak lagi menjadi pemicu inflasi di daerah ini

Pangkalpinang (Antara Babel) – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, akan menghapus retribusi nelayan, guna menekan harga ikan yang cukup tinggi di daerah itu.

“Mudah-mudahan awal 2016 retribusi nelayan sudah dihapus, sehingga harga ikan tidak lagi menjadi pemicu inflasi di daerah ini,” kata Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Pangkalpinang, Sarbani Matnur, Selasa.

Ia menjelaskan selama ini nelayan harus membayar retribusi sebesar 2 persen dari hasil tangkap ikan dan penampung 3 persen dari produksi yang dilelang.

“Dihapusnya retribusi nelayan ini agar harga ikan di pasar murah dan tidak lagi menjadi pemicu inflasi di daerah ini,” katanya.

Ia mengatakan penghapusan retribusi nelayan masih dalam kajian dan mudah-mudahan akhir tahun nanti selesai dan dapat diperdakan.

“Kita berharap dengan adanya kebijakan penghapusan retribusi ini harga ikan dapat lebih terkontrol, sehingga dapat membantu perekonomian nelayan dan masyarakat di daerah ini,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,  Bayu Martanto mengatakan, inflasi terutama terjadi pada kelompok bahan makanan seiring dengan meningkatnya permintaan disamping terbatasnya pasokan komoditas ikan karena gelombang laut dan cuaca yang kurang mendukung.

“Berdasarkan kelompok komponen, inflasi terutama disumbang oleh kelompok inti dan volatile food masing-masing sebesar 0,33 persen dan 0,54 persen,” katanya.

Ia menambahkan komoditas inti yang memberikan andil inflasi antara lain ketela rambat, ikan sotong, dan ikan bulat.

“Kelompok inflasi volatile food inflasi disumbang oleh  beras, ayam hidup, daging sapu dan beberapa komoditas ikan segar,” ujarnya.

Oleh Kasmono

Editor: Rustam Effendi
COPYRIGHT © 2015

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments