DJPT KKP Kembangkan Usaha Nelayan di Kota Makassar

36
Dok. Humas DJPT

KKPNews, Makassar – Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia mengadakan kegiatan Pengembangan dan Diversifikasi Usaha Nelayan di Pelabuhan Perikanan Untia, Kota Makassar pada tanggal 30 November – 1 Desember 2019 dengan mengundang 150 orang yang terdiri dari 50 dari nelayan dan 100 istri nelayan.

Plt. Direktur Perizinan dan Kenelayanan, Goenaryo mengatakan bahwa kegiatan ini dalam rangka mengembangkan potensi sumber daya manusia dan memanfaatkan sumber daya alam yang ada disekitarnya. Hal ini sejalan dengan salah satu Misi Presiden RI yaitu peningkatan kualitas manusia Indonesia, pembangunan yang merata dan berkeadilan, dan revolusi mental dan pembangunan kebudayaan melalui penumbuhan kewirausahaan, menguatkan kesetaraan gender dan pemberdayaan Perempuan, mempercepat penguatan ekonomi keluarga dan mengembangkan potensi ekonomi daerah untuk pemerataan pembangunan antar wilayah.

Pemahaman kesetaraan gender dalam rumah tangga nelayan melalui keseimbangan peran dan tanggung jawab dalam urusan rumah tangga dan usaha sangat penting dalam mendukung peningkatan pendapatan dan sosial ekonomi keluarga nelayan. Peningkatan peran wanita nelayan yang dapat dioptimalkan dalam pemanfaatan hasil tangkapan nelayan, menjadi perhatian khusus dalam pembangunan masyarakat perikanan. Untuk itu, perlu dilakukan langkah-langkah pengembangan usaha perikanan yang berwawasan gender.

Berangkat dari hal tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Perizinan dan Kenelayanan, Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) telah dan terus berupaya meningkatkan keterampilan nelayan dan keluarganya melalui kegiatan pengembangan dan diversifikasi usaha nelayan.

“Kali ini giliran Kota Makassar yang mendapatkan kegiatan Pengembangan dan Diversifikasi Usaha Nelayan, disana para nelayan dan keluarganya akan belajar banyak hal yang berguna antara lain mendapatkan kemudahan akses permodalan, kemudahan akses perlindungan nelayan, pengelolaan keuangan, serta perawatan dan perbaikan mesin, sedangkan para istri nelayan bisa belajar mengolah ikan yang inovatif agar dapat membantu perekonomian keluarganya” Terang Goenaryo.

Melalui kegiatan pengembangan dan diversifikasi usaha nelayan ini, pemerintah mendorong dan memotivasi nelayan dan keluarganya dalam upaya menumbuhkan dan meningkatkan jiwa kewirausahaan dan meningkatkan kompetensinya untuk menciptakan serta mengembangkan usaha ekonomi produktif sebagai mata pencaharian alternatif. Membantu nelayan memaksimalkan hasil tangkapan, memperkenalkan mereka pada teknologi tepat guna, hingga membantu dari sisi pemasaran.

DJPT memberikan bantuan peralatan pengembangan dan diversifikasi usaha kepada 100 wanita nelayan dan 50 nelayan sebagai salah satu upaya mendukung pengembangan usaha ekonomi produktif bernilai tambah.

Kegiatan ini juga didukung oleh instansi terkait seperti Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan, Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar, OPD setempat, Bank Mandiri, PT. Pegadaian, PT. JASINDO, BPJS, PT. PNM (persero), Penyuluh Perikanan, dan stakeholder terkait. Diharapkan kegiatan ini dapat berkelanjutan untuk meningkatkan dan mengembangkan ekonomi keluarga nelayan  melalui sinergi fasilitasi dan pendampingan usaha dari berbagai pihak.

Selama kegiatan berlangsung juga disediakan fasilitasi Gerai Pendanaan Nelayan, Gerai Asuransi Nelayan, serta Bazar Produk Diversifikasi Usaha, dalam rangka meningkatkan akses dan kapasitas usaha nelayan. Kerjasama dari berbagai pihak melalui kegiatan sinergi fasilitasi ini dapat memajukan dan mengembangkan usaha nelayan sehingga peningkatan kesejahteraan nelayan dan keluarganya tercapai. (Humas DJPT)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments