DJPT Gelontorkan 27,7 Milyar Bantu Nelayan Pangandaran

405

Pangandaran (6/11) – Kabupaten Pangandaran merupakan kabupaten baru yang terbentuk melalui pemekaran dengan Kabupaten Induknya yaitu Kabupaten Ciamis, berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2012 Tentang Pembentukan Kabupaten Pangandaran Di Provinsi Jawa Barat. Kabupaten Pangandaran memiliki luas wilayah keseluruhan ±1.010 km2 dengan jumlah penduduk ±426.171 jiwa pada tahun 2011 dan 92 (sembilan puluh dua) desa/kelurahan. Ibu Kota Kabupaten Pangandaran berkedudukan di Kecamatan Parigi.

Sumber pendapatan masyarakat Pangandaran sebagian besar berasal dari laut. Lebih dari separuh penduduk di Pangandaran adalah nelayan (56,8%), baik yang tergolong sebagai nelayan pemilik ataupun nelayan buruh (pendega). Nelayan Pangandaran tergolong ke dalam nelayan kecil atau nelayan tradisional, yang beroperasi menggunakan perahu kecil berawak dua orang dengan cara kerja dan peralatannya masih sederhana.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) telah dan terus berupaya membangun dan mengembangkan perekonomian serta kualitas hidup nelayan, terutama nelayan skala kecil di tiap pelosok Negara Kesatuan Republik Indonesia. Melihat dari potensi Kabupaten Pangandaran dan mata pencaharian penduduknya yang sebagian besar sebagai nelayan, DJPT memberikan bantuan untuk mendukung pekerjaan nelayan Pangandaran melaut.

“DJPT concern dengan nasib nelayan, khususnya nelayan skala kecil. Tentu kami ingin mensejahterakan mereka melalui program yang telah kami buat. Bantuan ini kami harap dapat berguna dalam membantu pekerjaan nelayan melaut, khususnya di Kabupaten Pangandaran”, ungkap Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Narmoko Prasmadji, disela-sela Kunjungan Kerja Menteri Kelautan dan Perikanan di Pangandaran, Jawa Barat.

Narmoko melanjutkan, bantuan yang telah disiapkan senilai 27,7 Milyar untuk membantu nelayan Pangandaran. Adapun rincian bantuan, sebagai berikut: (i) 2 unit kapal penangkap ikan 20-30 GT senilai 2,9 Milyar, (ii) 1 unit kapal penangkap ikan 10-20 GT senilai 1,1 Milyar, (iii) Pembangunan fasilitas penunjang PPI Cikidang termasuk pengerukan kolam labuh senilai 20 Milyar, (iv) 2 unit motor bengkel nelayan senilai  Rp. 146.860.000 (v) 1 unit mobil penguatan kelembagaan usaha nelayan senilai Rp. 335.600.000,- (vi) 20 unit mesin tempel senilai Rp. 700.000.000,- (vii) 18 unit fish finder senilai Rp. 57.420.000,- (viii) 1 paket peralatan bengkel 367.037.770,- (ix) 36 set peralatan lampu dan aki senilai Rp. 116.280.000,- (x) GPS senilai Rp. 50.400.0000,- (xi) 20 unit alat tangkap jaring insang millennium senilai Rp. 1.667.600.000,- (xii) 30 unit mesin longtail 9-12 PK senilai Rp. 357.000.000,-.

Pemberian bantuan ini merupakan komitmen KKP melalui DJPT untuk meningkatkan produktivitas dalam menggerakkan perekonomian usaha nelayan. Narmoko mengatakan bantuan ini akan terus dilakukan apa lagi pada saat nelayan mengalami musim paceklik.

“Musim paceklik merupakan fase yang paling ditakuti nelayan, kami akan mengakomodir keluhan nelayan dengan memberikan mereka bantuan di musim paceklik. Bantuan ini diharapkan dapat memberikan angin segar bagi nelayan kecil khususnya Kabupaten Pangandaran dalam melakukan pekerjaannya melaut, sehingga hasil tangkapan maksimal yang berdampak pada pendapatan nelayan meningkat”, pungkas Narmoko. (SA)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terinspirasi (50.0%)
  • Senang (50.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments