Dirjen Narmoko Beri Kuliah Umum di Unpatti

411

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Narmoko Prasmadji memberikan kuliah umum di Fakultas Perikanan, Unversitas Pattimura (Unpatti) Ambon, Senin (2/11). Tema yang dibawakan dalam kuliah tersebut bertajuk “Prospek Daya Saing Produk Perikanan Indonesia pada Era Perdagangan Bebas Kini dan Mendatang”.

Dalam kuliah umum tersebut, Narmoko didampingi oleh Prof Alex Retraubun sebagai moderator. Hadir pula dalam kegiatan tersebut Dekan Fakultas Perikanan, H. Matakupan, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Ambon, Romilius Far-Far, Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara Ambon, Cholieq Syahid, Kepala Stasiun Karantaina Ikan Kelas 1Pattimura, Ambon, Hamzah dan beberapa dosen dari Fakultas Perikanan Unpatti.

Paparan Dirjen Narmoko di Unpatti

Narmoko menjelaskan tentang kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti dalam mewujudkan sektor kelautan dan perikanan Indonesia yang mandiri, maju, kuat dan berbasis kepentingan nasional melalui tiga pilar, yaitu kedaulatan (sovereignity), keberlanjutan (sustainability) dan kesejahteraan (prosperity). “Kebijakan Ibu Susi ini, untuk mengembalikan resources ikan ke alam, melarang kapal asing beroperasi di Indoneia dan melarang alat tangkap yang tidak ramah lingkungan. Semua ini, dilakukan untuk mengembalikannya ke masyarakat. Hanya rakyat Indonesia yang boleh menangkap ikan di Indonesia”, tandasnya dalam sesi perkuliahan.

DSC_2813

Narmoko memberikan pengarahan kepada seluruh mahasiswa yang memadati ruang seminar Unpatti itu dengan materi cara penanganan ikan yang baik setelah ditangkap, sertifikat hasil tangkapan ikan dan bagaimana cara makan ikan yang baik sebagai prospek daya saing produk perikanan. Para mahasiswa nampak antusias memperhatikan perkuliahan, karena tak hanya ceramah saja yang diberikan, Narmoko juga memberikan gambar-gambar tentang penanganan ikan yang kurang baik di unit pengumpul serta kurangnya kebersihan di tempat pendaratan dan pelelangan ikan dengan gaya santai yang mengundang tawa kagum para mahasiswa.

Acara yang dimulai pukul 10 pagi itu, diikuti oleh mahasiswa Fakultas Perikanan Unpatti yang terdiri dari Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan dan Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan. Narmoko juga memotivasi para mahasiswa agar dapat menjadi generasi penerus bangsa yang dapat menjaga keberlangsungan sumber daya ikan dan menjadikan ikan sebagai prospek daya saing bangsa.

DSC_2863

Di sesi terakhir perkuliahan, Alex Retrabuan yang menjadi moderator dalam perkuliahan tersebut mempersilakan mahasiswa untuk aktif bertanya. Dia mengatakan bahwa ikan adalah komoditas publik oleh karena itu mulai dari ditangkap di laut hingga sampai akhirnya dikonsumsi harus memiliki standar khusus. Selain itu, dia berharap kepada mahasiswa agar serius mempelajari materi perkuliahan tentang penyakit ikan, pengolahan ikan, manajemen sumber daya perairan dan perikanan, hukum dan undang-undang perikanan untuk membawa Maluku menjadi lumbung ikan nasional. “Ikan boleh ada dari Sabang sampai Merauke, tapi tak ada ikan seperti yang Maluku punya”, tutupnya dalam kuliah umum tersebut yang dilanjutkan dengan pemberian cindera mata kepada Dirjen Perikanan Tangkap dan diikuti tepuk tangan impresif dari para mahasiswa. (CP)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments