Dinilai Berpotensi, SKIPM Baubau Sosialisasi Pencegahan Penyakit Udang di Muna

22
Dok. Tegas.co

KKPNews, Muna – Stasiun karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Baubau melaksanakan kegiatan sosialisasi penyakit udang di desa Kawite-wite, Kecamatan Parigi, Kabupaten Muna pada Jumat (28/6).

“Salah satu penyakit yang perlu diwaspadai oleh udang vannamei adalah penyakit EMS/ AHPND yang telah dilaporkan telah menyerang negara tetangga kita Vietnam, Malaysia, Thailand dan Philipina,” tuturnya.

Untuk itu salah satu solusi dan titik kritis untuk mencegah dari penyebaran penyakit udang adalah pemasukan benur yang benar – benar bebas dari hama dan penyakit ikan, serta penggunaan induk udang yang tidak berasal dari lokasi budidaya dan harus menggunakan menggunakan induk dari hatchery yang sudah tersertifikasi.

“Hal ini perlu pemahaman dan kesadaran yang tinggi bagi pembudidaya untuk pemasukan setiap benur di Wilayah Kabupaten Muna dan Muna Barat dari daerah asal harus dalam pengawasan karantina dan dilengkapi dengan Sertifikat Kesehatan,” ujarnya.

Muhamad Rijal, pemateri dalam acara sosialisasi mengatakan, kegiatan ini mendapat respon yang baik dari peserta maupun pembudidaya.

Adapun materi yang disampaikan adalah mengenai penyakit EMS/AHPND yang merupakan penyakit yang dapat menyebabkan kerugian besar bagi para pembudidaya udang, sehingga perlu antisipasi serta penanganan yang baik untuk mencegah potensi yang mengancam produksi udang.

Dalam materinya disampaikan pula bahwa penyakit ini ditimbulkan oleh infeksi Vibrio Parahaemolyticus (Vp AHPND) yang mampu memproduksi toksin.

“Pada umumnya, AHPND rentan menyerang udang windu (Penaeus monodon) dan udang vaname (Penaeus vannamei) dengan mortalitas mencapai 100% pada stadia postlarvae (PL) umur 30-35 hari dan udang usia 40,” terangnya.

Selain itu dijelaskan juga terkait tata letak ataupun kontruksi tambak pembudidaya di Kawite-wite yang dinilai sangat rawan, khususnya parameter kualitas air.

“Hal ini disebabkan sistem pemasukan dan pengeluaran air melalui satu pintu, jadi air buangan pada satu tambak kemudian ditarik kembali oleh tambak – tambak lainnya,” ungkap Rijal.

Kegiatan sosialisasi ini merupakan rangkaian kegiatan Bulan Bakti Karantina dan Mutu Hasil Perikanan Tahun 2019 dengan mengusung tema melalui “GEMASATUKATA (Gerakan Masyarakat Sadar Mutu dan Karantina), Kita Wujudkan Pemanfaatan Sumber Daya Ikan yang Lestari dan Berkelanjutan.

Sosialisasi juga merupakan bagian dari tindaklanjut hasil Pemantauan HPI/HPIK 2018. Serta bertujuan untuk memberikan pemahaman akan bahaya dan pencegahan penyakit udang yang dibudidayakan oleh masyarakat di Desa Kawite-wite. (Humas BKIPM)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments