Dialog Interaktif di Tanjungpinang, KKP Sosialisasikan Perlindungan Dugong dan Lamun

13
Dok. Humas PRL

KKPNews, Tanjungpinang – Pada Rabu (12/6) di RRI Kota Tanjungpinang, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Padang Satker Tanjungpinang bersama Yayasan Ecology, NGO ALIM (Air, Lingkungan, dan Manusia) melaksanakan Dialog Interaktif Mengenai Perlindungan Dugong dan Lamun. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya dalam menyosialisasikan perlindungan Dugong dan Lamun di Tanjung Pinang.

Pada Dialog Interaktif tersebut, BPSPL Padang diundang menjadi narasumber dengan topik Konservasi Duyung dan Lamun (Biru Lautku Hijau Bumiku) dalam rangka memperingati hari lingkungan hidup sedunia pada tanggal 5 Juni 2019. Pihak ALIM menyampaikan keprihatinannya terhadap kejadian Dugong terdampar maupun terjaring, dan sangat menyayangkan bahwa masih ditemui masyarakat yang mengkonsumsi Dugong. Sejak tahun 1990, Dugong telah dilindungi berdasarkan amanat Undang-undang No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi SDA Hayati dan ekosistemnya. Pengonsumsian Dugong tersebut disebabkan karena budaya masyarakat pesisir yang menjadikan Dugong sebagai salah satu sumber makanan.

Upaya sosialisasi akan terus dilakukan kepada masyarakat dan akan dibantu Yayasan Ecology, ALIM, dan pihak akademisi (UMRAH). Salah satu sosialisasi atau pengenalan jenis ikan dilindungi akan masuk ke sekolah-sekolah yang berlokasi di kepulaua untuk jenjang SD, SMP, SMA atau sederajat yang termasuk dalam program Sekolah Adiwiyata oleh DLHK.

Dari pihak pemerintahan, upaya perlindungan Dugong dan habitatnya akan terus dilakukan. Salah satunya yaitu telah diusulkannya daerah perlindungan Padang Lamun di beberapa 4 titik di Pulau Bintan untuk dituangkan dalam RZWP3K yang akan diterbitkan Perda-nya. Beberapa usulan dalam dialog interaktif dengan masyarakat adalah untuk ditampilkan susunan rangka Dugong sebagai bahan pembelajaran masyarakat. Kabar baiknya, sudah ada rangka Dugong yang disusun oleh IPB dan telah ditempatkan di Desa Pengudang, Kabupaten Bintan.

BPSPL Padang menghimbau agar jika terdapat kejadian keterdamparan maupun by catch Dugong di Kepulauan Riau agar dapat menghubungi BPSPL Padang melalui hotline ataupun melalui aparatur desa setempat, UPTD Perikanan perkecamatan, dan bisa juga melalui Kelompok Masyarakat Konservasi yang ada di lokasi setempat. BPSPL Padang bersama NGO dan Yayasan Lokal juga bersepakat untuk berupaya meningkatkan ekonomi masyarakat melalui pengembangan kawasan wisata dan pemberdayaan masyarakat pesisir khususnya masyarakat yang berhubungan langsung dengan habitat Dugong dan Padang Lamun (BPSPL Padang/PRL)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments