Cegah IUU Fishing, KKP Butuh Banyak Syahbandar Perikanan

588
Menteri Susi dan Menteri Jonan berfoto bersama syahbandar perikanan, usai pengukuhan di kantor Kementerian Perhubungan (17/3). (Foto: Tika)

KKPNews, Jakarta –  Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengatakan tugas syahbandar dalam menerbitkan surat persetujuan berlayar merupakan salah satu bentuk cara dalam mencegah aktivitas Illegal, Unreported and Unregulated Fishing (IUUF).

“Syahbandar di pelabuhan perikanan merupakan pengawal yang bertugas menjaga keselamatan dan kemanan berlayar serta mendukung visi pemerintah menjadikan laut sebagai masa depan bangsa dengan memberantas IUU Fishing mulai dari darat sebelum kapal berlayar,” tegas Susi saat memberi sambutan dalam pengukuhan syahbandar perikanan di kantor Kementerian Perhubungan (17/3).

Indonesia memiliki 816 pelabuhan perikanan yang tersebar dari Sabang sampai Merauke namun hingga saat ini syahbandar di pelabuhan perikanan hanya berjumlah 139 orang. 62 orang merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan 76 orang lainnya adalah pegawai Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi/Kabupaten/Kota yang memiliki dan mengelola pelabuhan perikanan.

“Pelabuhan perikanan di Indonesia itu banyak, kita harus meningkatkan kompetensi petugas syahbandar dengan pelatihan kesyahbandaran,” ujarnya.

Menteri Susi menambahkan, saat ini total syahbandar yang telah diangkat atau dikukuhkan baru sekitar 6,19% yang ditempatkan di 109 pelabuhan perikanan di Indonesia. Jumlah tersebut belum sebanding dengan jumlah pelabuhan perikanan yang semestinya melaksanakan fungsi kesyahbandaran.

“Kita masih butuh banyak petugas syahbandar yang akan ditempatkan di seluruh pelabuhan perikanan di Indonesia sehingga setiap tahun dapat dikukuhkan mengingat syahbandar juga berperan untuk mencegah terjadinya IUU Fishing,” pungkasnya. (CP/MD)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Senang (75.0%)
  • Tidak Peduli (25.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments