Budidaya Ikan Hias, Jurus Jitu Cegah Eksploitasi di Alam

130
warbiasya.com

JAKARTA – Pembudidayaan merupakan langkah penting untuk menjaga plasma nuftah ikan hias laut, sehingga tidak terjadi lagi eksploitasi di alam.

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Slamet Soebjakto dalam seminar online bertajuk “Masa Depan Cerah Budidaya Ikan Hias Laut” yang diselenggarakan Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Ambon, Kamis (10/12) lalu.

“Dulu sebelum ada pembudidayaan, misalnya ikan hias nemo, eksploitasinya di alam cukup banyak bukan saja ikannya yang semakin langka tetapi habitatnya seperti anemon dan terumbu karang juga ikut terganggu, karena ikan-ikan hias laut kebanyakan bersimbiosis dengan karang dan juga biota-biota laut yang lain di daerah-daerah terumbu karang,” jelas Slamet.

Karena itu, menurut Slamet, pembudidayaan ikan hias laut menjadi langkah penting dalam rangka memperkaya kembali di alam. Karenanya dia berharap, dari benih yang dihasilkan juga sebagian di-restocking ke alam. Slamet berharap, langkah ini bisa berdampak positif terutama untuk kembali memperbanyak plasma nutfah dan biota-biota yang sudah semakin berkurang di laut.

Ikan nemo

“Kegiatan pembudidayaan ikan hias laut ini akan kita support selalu. Karena kegiatan ini sangat strategis, pertama adalah andalan untuk devisa ekspor, kedua mampu menyerap tenaga kerja masyarakat, ketiga sekaligus meningkatkan perekonomian serta kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Dia juga berharap, kegemaran memelihara atau membudidayakan ikan hias di era pendemi covid ini dapat meningkatkan imunitas, sekaligus berdampak positif terhadap sosial dan ekonomi dan juga lingkungan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan produksi ikan hias dari tahun 2015 hingga tahun 2019 sebesar 7,34% yaitu dari 1,31 miliar ekor menjadi 1,67 miliar ekor. “Khusus untuk ikan hias laut memang masih sangat kecil jika dibandingkan dengan total produksi ikan hias secara umum, sehingga kami mohon juga untuk ikan hias laut ini budidayanya dapat diperluas sampai lapisan masyarakat paling bawah”, tambah Slamet.

Ia menekankan desiminasi teknologi budidaya ikan hias yang telah dikembangkan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) lingkup Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya dapat terus diperluas ke masyarakat.

Ikan hias

“Satu teknologi yang dikembangkan oleh BPBL Ambon yaitu budidaya ikan hias laut sistem RAS (Resirculating Aquaculture System) harus terus didesiminasikan bukan saja di daerah Ambon, namun juga dikawasan potensial budidaya laut lainnya seperti Bali, Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta dan Lampung serta kawasan potensial lainya seperti Papua dan Maluku yang menjadi sumber masyarakat mengeksploitasinya di alam,” jelas Slamet.

Dengan adanya teknologi budidaya maka diharapkan masyarakat pesisir atau nelayan yang menangkap ikan hias laut kedepan akan beralih ke pembudidayaan.

“Kita alihkan yang tadinya diambil dan diburu di alam bisa dialihkan untuk membudidayakan karena teknologi budidayanya sudah dikuasai,” tutupnya.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments