Buah Pemberantasan Illegal Fishing, Volume Ikan Pelagis di Sultra Meningkat Pesat

117
Ilustrasi

KKPNews, Baubau – Pemberantasan illegal, unreported, and unregulated fishing (IUUF) dan moratorium  kapal eks-asing telah berdampak pada meningkatnya stok ikan di alam. Di Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) misalnya terjadi peningkatan volume ikan pelagus. Hal ini diketahui berdasarkan laporan Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Baubau.

Kepala SKIPM Baubau Arsal, Minggu (27/1) mengatakan, volume ikan pelagis yang hidup di permukaan laut di antara kedalaman 0-200 meter ini meningkat di perairan Sultra. Sebagaimana dicatat SKIPM Baubau, sepanjang 2018, lalu lintas domestik ikan nonhidup (beku, segar, dan kering) dari Baubau telah mencapai 13.000 ton dengan nilai sekitar Rp295,5 miliar. Sebanyak 58,53 persen dari jumlah tersebut merupakan ikan pelagis seperti tuna, tongkol, cakalang, dan layang.

Ikan ini menurut Arsal dikirim untuk daerah tujuan utama DKI Jakarta, Surabaya, Jayapura, dan Kendari.

Sebagai perbandingan, pada 2017 lalu, pengiriman ikan pelagis secara domestik tercatat dengan rincian: 720.312 kg ikan tuna, 887.615 kg ikan tongkol, 676.169 kg ikan cakalang, dan 562.473 kg ikan layang. Pada 2018, jumlah ini mengalami peningkatan menjadi 853.801 kg ikan tuna, 932.974 kg ikan tongkol, 1.188.214 kg ikan cakalang, dan 2.318.159 kg ikan layang.

Berdasarkan data tersebut, terjadi peningkatan volume masing-masing komoditi pada periode 2017-2018. Ikan tuna meningkat 18,53 persen, ikan tongkol 5,11 persen, ikan cakalang 75,73 persen, dan ikan layang meningkat signifikan sebesar 312,14 persen.

Peningkatan ini juga dibarengi dengan tumbuhnya Unit Pengolahan Ikan (UPI) di Kepulauan Buton sebagai dampak dari meningkatnya stok ikan di laut.

Pada 2018 lalu, SKIPM Baubau telah menerbitkan sertifikat Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) bagi satu UPI yaitu PT Triko Dharma Samudera yang terletak di Kabupaten Buton. Perusahaan ini merupakan UPI yang melakukan pengolahan ikan pelagis terbanyak.

Dengan peningkatan stok ikan pelagis ini Arsal berharap, tak hanya pengiriman dalam negeri, namun ekspor produk perikanan Sultra juga dapat ditingkatkan.

“Ke depannya diharapkan UPI tersebut tidak hanya melakukan pengiriman domestik tapi juga untuk kegiatan ekspor dan ini diperlukan komitmen bersama sama instansi terkait dan pelaku usaha,” tutupnya. (AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terinspirasi (60.0%)
  • Senang (40.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments