BRSDM Ciptakan 2000 Pelaku Usaha Baru Melalui Bimtek dan Unit Percontohan Perikanan

53
Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM), Sjarief Widjaja, bersama Bupati Banjar KH. Cholilul Rahman meresmikan Unit Percontohan Perikanan, Budidaya Ikan Patin dengan Sistem Micro Bubble di Cindai Alus, Martapura, Senin (22/4). Dok. Humas BRSDM

KKPNews, Banjar – Kepala Badan Riset dan Sumber Daya  Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM), Sjarief Widjaja, bersama Bupati Banjar KH. Cholilul Rahman meresmikan Unit Percontohan Perikanan, Budidaya Ikan Patin dengan Sistem Micro Bubble di Cindai Alus, Martapura, Senin (22/4).

Kegiatan ini terlaksana atas kerja sama Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Banyuwangi, satker BRSDM, dengan Pemda Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan.

Sjarief menyampaikan, terdapat banyak keuntungan yang didapat pembudidaya ikan patin dengan menggunakan sistem micro bubble. Di antaranya, kualitas ikan akan jadi lebih baik dan benih ikan bisa ditingkatkan empat kali lipat. Selain itu, kepadatan ikan akan lebih baik dengan kondisi air yang terbatas seperti pada lahan gambut sehingga bisa memisahkan pirit dari air tawar, dengan menggunakan konstruksi yang sederhana dalam sistem micro bubble.

“Cukup 3×10 meter dengan kedalaman 40 sentimeter bahan batako, maka cukup dilapisi plastik terpal dan dilengkapi pipa-pipa untuk menghembuskan oksigen, air sudah mengandung oksigen yang bagus. Kemudian semua limbah dikumpulkan, ditreatment ulang kembali dalam kolam yang lainnya, lalu airnya kembali masuk menjadi sumber air bagi kolam yang lain,” terang Sjarief dalam sambutannya.

Di hari yang sama, BPPP Banyuwangi turut menyelenggarakan Bimbingan Teknis di bidang bidang budidaya perikanan (pendederan ikan patin) serta bidang pengolahan hasil perikanan (pengolahan berbasis ikan patin). Kegiatan ini diikuti oleh 200 pelaku usaha perikanan.

“Melalui bimtek budidaya dan pengolahan ikan patin bagi ini diharapkan dapat menumbuhkan 2000 orang pelaku usaha baru. Masing-masing peserta Bimtek harus dapat merangkul 10 orang calon pelaku usaha perikanan untuk melakukan usaha di bidang budidaya dan pengolahan ikan patin sehingga langkah tersebut dinamakan ‘bola salju ekonomi’ sektor perikanan di Kabupaten Banjar dan pembangunan ekonomi perikanan nasional. Keberhasilan produksi ikan patin melalui Bimtek ini di harapkan juga dapat mensuplai kebutuhan ikan ke berbagai Propinsi di Indonesia bahkan ekspor ke luar negeri,” papar Sjarief.

Kegiatan yang terlaksana dalam rangka memperingati Hari Bumi ini, juga dirangkaikan dengan beberapa agenda seperti: serah terima sertifikat Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) bagi pelaku usaha perikanan; launching 6 (enam) buku tentang pelestarian ikan lokal endemik Kalimantan Selatan; penanaman pohon lokal Kalimantan; penandatanganan MoU fasilitasi akses pasar antara pelaku usaha perikanan dengan stakeholder perikanan; serta penyerahan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) UMKM binaan penyuluh.

Melalui upaya-upaya tersebut, diharapkan dapat terjadi sinergitas antara stakeholders, dalam hal ini adalah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Pemerintah Daerah Kabupaten Banjar, dengan masyarakat pembudidaya ikan untuk melestarikan sumber daya ikan-ikan lokal agar mampu memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.

“Kami ingin meningkatkan nilai ekonomis ikan-ikan lokal sehingga menjadi komoditas pilihan yang mampu memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat pada umumnya, namun juga tetap dalam upaya agar sumber daya alam tetap lestari dan dapat terus dinikmati oleh anak, cucu di masa yang akan datang. Perikanan maju, perikanan lestari, rakyat sejahtera,” tegas Sjarief.

Sebagai informasi, Kabupaten Banjar merupakan salah satu sentra penghasil ikan patin nasional dengan hasil produksi rata-rata sebesar 30 Ton/hari sampai pada bulan April 2019. Produksi ikan patin tersebut merupakan sebuah prestasi yang besar dan dapat ditingkatkan dalam beberapa tahun mendatang dengan inovasi teknologi tepat guna yang di dukung oleh SDM yang kompeten, sumber daya alam yang mendukung, serta dukungan pemerintah daerah, provinsi dan pusat maupun stakeholder lainnya.

Hasil produksi ikan patin tersebut akan memiliki nilai tambah apabila dilakukan diversifikasi produk melalui olahan ikan patin. Pengolahan tersebut dapat dilakukan oleh anggota keluarga, masyarakat sekitar atau pelaku usaha lainnya sehingga bisa memberikan dampak sosial-ekonomi dari hulu hingga hilir.

Selama ini, program peningkatan kompetensi SDM perikanan melalui bimbingan teknis budidaya dan pengolahan ikan patin ini telah disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik lingkungan sosial budaya masyarakat Kabupaten Banjar. Untuk itu, dibutuhkan upaya lanjutan agar SDM setempat dapat meningkatakan kompetensinya agar lebih siap menggiatkan budidaya perikanan untuk kesejahteraan keluarganya sekaligus mendorng upaya pelestarian sumber daya perikanan. (Humas BRSDM)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments