BPSPL Lakukan Penanganan Paus Terdampar di Aceh Selatan

31
BPSPL dalam proses penanganan paus terdampar yang ditemukan di Desa Lhok Ketapang, Kec. Tapaktuan, Aceh Selatan (31/1). Dok.DJPRL

KKPNews, Aceh – Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Padang melakukan penanganan paus berjenis Cuvier Beaked Whale yang ditemukan terdampar di Desa Lhok Ketapang, Kecamatan Tapaktuan, Aceh Selatan (31/1).

Tim melakukan penanganan paus terdampar tersebut  pada pukul 10.15 setelah seblumnya ditemukan oleh warga pada pukul 07.00. Sangat disayangkan, saat tim BPSPL tiba di lokasi, sebagian badan dan moncong bagian bawah paus tersebut berada dalam kondisi terpotong. Hal tersebut dikarenakan ketidaktahuan warga setempat terhadap perlindungan paus.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, tim kemudian mengambil kembali bagian tubuh paus itu untuk dibawa dan dikuburkan. Selanjutnya, tim bersama PSDKP kemudian juga melakukan sosialisasi ke warga bahwa paus tidak boleh dimanfaatkan karena merupakan biota yang masuk dalam kategori perlindungan penuh.

Penanganan pertama yang dilakukan tim adalah mengidentifikasi bangkai yang ditemukan dengan pemeriksaan kondisi fisik bangkai tersebut. Dari hasil pengamatan dan pemeriksaan, paus tercatat dengan kode 2, berjenis kelamin betina, memiliki banyak luka terbuka dan jamur, serta beberapa luka gores yang ditemui di tubuhnya.

Tim kemudian melakukan pengukuran moformetrik dengan hasil panjang total 495 cm, lingkar badan 254 cm, berat perkiraan sekitar kurang dari 1 ton, dengan ciri jarak moncong ke kepala agak panjang yaitu 30 cm.

Selanjutnya, tim menyepakati penanganan paus untuk dikuburkan di pantai yang terletak sekitar 1 km dari lokasi pantai penemuan paus. Hal tersebut dikarenakan lokasi pantai ditemukannya paus tersebut terlalu dekat dengan perumahan warga. Tim berupaya merelokasi paus tersebut melalui jalur laut dengan cara didorong oleh beberapa nelayan dan petugas di tengah kondisi pantai yang berkarang dan cuaca panas, setelah sebelumnya  lokasi didera hujan deras sejak  pagi hari.

Dengan bantuan alat eskavator dari BPBD Aceh Selatan, jasad paus tersebut dikuburkan pada pada kedalaman 3m. Sebelum ditimbun, tim bersepakat untuk membedah paus tersebut agar proses dan sisa pembusukannya tidak muncul di permukaan lokasi, yang akan berdampak besar bagi warga sekitar di masa mendatang.

Usai proses penguburan, tim melaksanakan diskusi pasca penanganan paus pada pukul 15.30 WIB. Tim mengusulkan untuk membentuk Satgas Penanganan Mamalia Laut Terdampar di Pantai Barat Aceh, terutama untuk daerah yang jauh dari jangkauan alat berat.

Penanganan paus ini dapat terlaksana dengan cepat dan lancar berkat dukungan banyak pihak, baik yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dari pemerintah daerah dan SKPD yang ada di Aceh Selatan, tim BPSPL Padang, WSI dan akademisi PKSL Unsyiah dalam proses pengidentifikasian jenis dan kondisi paus.

Dalam proses penanganan, turut hadir pula DKP Kab. Aceh Selatan, Polres Aceh Selatan, Pos AL Aceh Selatan, PSDKP Satwas Siemelue, BASARNAS, BPPD, Panglima Laot, Setda Aceh Selatan, Camat, Kades, Guchik, Kodim, Mahasiswa Abulyatama, Tapaktuan Diving Club, perwakilan penyuluh perikanan, serta perwakilan media antara lain TV One dan media online. (DJPRL)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Senang (100.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments