BPSDM KP Target Latih 40.000 Orang

629

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPSDM KP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan pelatihan terhadap 40.000 orang selama 2016 nanti. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan selama 2015 dengan target 23.000 orang yang dilatih.

Kepala Pusat Pelatihan (Puslat) BPSDM KP Mulyoto akhir pekan lalu di Jakarta menyatakan jumlah yang dilatih tersebut seharusnya masih bisa ditingkatkan. Namun, hal itu disesuaikan dengan dukungan dana dan tenaga pelatih yang mumpuni atau sudah mempunyai setifikasi.

Target 2016 sebanyak 40.000 orang yang dilatih. Nanti dari jumlah tersebut akan diuji kompetensinya. Tidak semua pihak yang dilatih tersebut bisa mendapatkan sertifikasi kompetensi, kata Mulyoto di sela-sela rapat koordinasi pengelola tempat uji kompetensi (TUK).

Dia menjelaskan, perlunya sertifikasi konmpetensi tersebut agar tenaga kerja Indonesia, khususnya dalam sektor kelautan dan perikanan, bisa bersaing dengan tenaga kerja dari luar Indonesia, seperti dari sesama negara Asia Tenggara menyusul diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Jumlah peserta pelatihan yang difasilitasi terus meningkat untuk mengisi sejumlah bidang pekerjaan khusus dan mendorong pengembangan wirausaha. Jika tidak ada pelatihan, pendidikan, dan penyuluhan maka tenaga kerja Indonesia bisa tersisih karena tidak bisa bersainfg, katanya.

Dalam sambutan pembukaan rapat koordinasi, Sekretaris BPSDM KP Rina menjelaskan untuk mencegah tersisihnya tenaga kerja Indonesia maka diperlukan sejumlah batasan, seperti standar kompetensi kerja nasional Indonesia. Ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia.

Untuk mempercepat sertifikasi, kata Rina, BPSDM juga mendorong lembaga peran sertifikasi profesi (LSP) sebagaimana program pemerintah Nawacita dalam meningkatkan kualitas SDM. LSP merupakan lembaga pelaksana sertifikasi kompetensi yang mendapat lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Bambang Murtiyoso, Kepala Bidang Kelembagaan dan Ketenagaan BPSDM KP mengatakan pengembangan SDM kelautan dan perikanan berbasis kompetensi perlu didukung berbagai pihak terkait.

Pelatihan digelar melalui unit pelaksana teknis (UPT) KKP yang tersebar di seluruh Indonesia dan sekolah kejuruan di bawah naungan KKP. Bahkan, masyarakat yang berhasil dalam menjalankan usahanya serta dapat melaksanakan pelatihan ditetapkan sebagai Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP). Setelah dilatih, baru dilakukan uji kompetensi oleh BNSP melalui LSP Kelautan dan Perikanan (LSP-KP).

Sumber: Suara Pembaruan

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments