Bpol Luncurkan Produk Baru Pelikan Cakalang Dan Pelikan Lemuru

1578
Setelah meluncurkan PELIKAN TUNA wilayah Samudera Hindia selatan Jawa – Bali – Nusa Tenggarapada 13 Maret 2014 lalu, BPOL kembali mengeluarkan “varian” baru dari PPDPI, yaitu Pelikan Cakalang dan Pelikan Lemuru. Pelikan Cakalang adalah Peta Lokasi Penangkapan Ikan Cakalang untuk Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP NRI) 715, 716, 717 yang mencakup Laut Sulawesi, Laut Maluku, dan Samudera Pasifik bagian barat. WPP NRI ini dipilih karena merupakan lumbung bagi ikan cakalang dengan tingkat produksi yang sangat menjanjikan dan status pemanfaatannya yang relatif masih di bawah potensi sumberdaya yang tersedia. Sementara itu Pelikan Lemuru adalah Peta Lokasi Penangkapan Ikan Lemuru untuk wilayah Selat Bali. Jenis ikan Lemuru dipilih karena merupakan salah satu komoditas unggulan di Selat Bali namun dengan tingkat produksi yang terus menurun dan dikuatirkan telah mengalami penangkapan berlebih. Pelikan Cakalang dan Pelikan Lemuru mampu memberikan informasi secara lebih cepat dan akurat karena sistem pengolahannya telah dilakukan secara semi otomatis dengan tampilan yang sangat informatif. Pelikan Cakalang memberikan informasi sebaran kelimpahan ikan Cakalang berdasarkan hasil prakiraan dengan bantuan model statistik tak linear yang dipadukan dengan Sistem Informasi Geografis (SIG) berdasarkan preferensi kesesuaian habitat ikan dengan lingkungannya. Data
yang digunakan dalam mengembangkan model ini adalah data penangkapan ikan (CPUE) dari catatan penangkapan armada pukat cincin yang beroperasi di Pelabuhan Perikanan Samudera Bitung dan parameter oseanografi hasil model MYOCEAN baik di lapisan permukaan maupun di lapisan yang lebih dalam . Parameter oseanografi sangat diperlukan dalam pembangunan model Pelikan Cakalang karena ikan ini bersifat menggerombol dan melawan arus ketika beruaya hingga kedalaman 50 m dan penyebarannya sangat berkaitan erat dengan daerah konvergensi atau pertemuan antara arus dingin dan arus panas. Sementara itu Pelikan Lemuru dibangun dengan menggunakan model statistik tak linear berdasarkan preferensi distribusi kelimpahan zooplankton di dalam perairan yang dikaitkan dengan perubahan kondisi lingkungan perairan. Data parameter oseanografi yang digunakan dalam pemodelan ini meliputi konsentrasi klorofil-a, “photosynthetically active radiation” (PAR) dan suhu permukaan laut. Selanjutnya hasil prakiraan ini ditampilkan secara informatif dengan bantuan Sistem Informasi Geografis (SIG).
  • http://www.bpol.litbang.kkp.go.id/news/483/BPOL-Luncurkan-Produk-Baru–Pelikan-Cakalang-dan-Pelikan-Lemuru

 

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments