BKIPM Mataram Catat Ekspor Tuna Meningkat Tajam

36
Ilustrasi. Dok. Humas KKP

KKPNews, Mataram – Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki potensi perikanan yang cukup besar. Salah satunya tuna yang disebut-sebut memiliki daya pikat bagaikan berlian sebab nilai jualnya yang tinggi. Minat akan komoditi ikan ini pun terus meningkat.

Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Mataram mencatat, pada semester pertama 2019, ekspor ikan tuna mencapai Rp10.583.625.650 dengan volume  84,679.62 Kg. Angka tersebut tentunya meningkat jika dibandingkan pada 2018. Data lalu lintas pengiriman tuna dari tahun 2018 hanya mencapai Rp5.966.558.267  dengan volume 33,357.48 Kg.

Kepala BKIPM Mataram, Suprayogi mengungkapkan, meningkatnya ekspor tuna ini  lebih dari 100 persen. “Peningkatannya mencapai angka 100%. Ini baru satu semester,” ungkapnya.

Ia menilai, meningkatnya ekspor tuna ini karena didorong dengan peningkatan mutu dan keamanan produk perikanan yang ada di NTB dan Unit Pengolahan Ikan (UPI) yang ada di NTB telah memiliki sertifikat HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) yang merupakan syarat mutlak UPI untuk bisa ekspor.

Sebelumnya, kebanyakan tuna yang berasal dari provinsi Bumi Gora ini di ekspor melalui wilayah lain. Misalnya melalui Provinsi Bali dan Provinsi Jawa Timur. “Diharapkan, dengan adanya jaminan mutu produk perikanan yang berstandar internasional dapat terus meningkatkan ekspor khususnya tuna NTB,” imbuhnya. (Humas BKIPM)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Senang (100.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments