Beri Arahan, Dirjen Perikanan Tangkap Kobarkan Semangat Baru

593
Dirjen Perikanan Tangkap Sjarief Widjaya didampingi Direktur Kapal dan Alat Penangkapan Ikan dan Direktur Agus Suherman Pengelolaan Sumber Daya Ikan, Reza Shah Pahlevi memberikan arahan kepada seluruh pegawai Ditjen Perikanan Tangkap di Ballroom, Gedung Mina Bahari III, KKP(2/3).

KKPNews, Jakarta – Setelah dilantik Selasa (28/2) akhir Februari lalu, Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Sjarief Widjaja memberikan arahan kepada seluruh pegawai lingkup Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT), Kamis (2/3) di Ballroom Gedung Mina Bahari III, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Tidak kurang dari 400 pegawai memadati ruangan tersebut untuk mengikuti arahan dari Dirjen Perikanan Tangkap yang baru.

Sjarief mengatakan DJPT adalah direktorat senior dan tertua yang seharusnya menjadi contoh bagi yang lain. “Sebagai direktorat senior kita harus melihat persoalan sesuai proporsi, makro komprehensif dan mendalam. Kita harus sepakat bahwa DJPT akan beperan sebagai embah (kakek) yang mengayomi seluruh unit kerja di KKP,” ungkapnya.

Dalam arahannya, dia menerangkan sejarah munculnya KKP yang dimulai dari Departemen Pertanian hingga pergantian pimpinan. “Tidak ada satupun pimpinan kita yang berpikir tidak baik bagi negaranya atau ingin merusak dan menghancurkan masyarakatnya, untuk itu kita harus dapat mengikuti perubahan ke arah yang lebih baik seiring dengan bergantinya pimpinan. DJPT harus hebat ya, setuju?,” lanjutnya.

Kegiatan tersebut berlangsung akrab dan santai dengan membaurnya pegawai yang duduk lesehan. Tidak jarang, Sjarief melemparkan pertanyaan kepada kepada para pegawai bahkan kepada direktur direktorat teknis DJPT.

Revitalisasi Stok Ikan

Seperti dijelaskannya dalam acara tersebut, terdapat beberapa hal yang menjadi prioritas dan program kerja DJPT ke depan. Stok sumber daya ikan tahun ini sebesar 9,9 juta ton diharapkan naik tahun depan menjadi 11 juta ton. Dia meminta kepada unit kerja teknis untuk membantu merevitalisasi sumber daya ikan agar pulih seperti sedia kala.

“Caranya bagaimana? Ya kita atur hasil tangkapannya, kita atur alat penangkapannya hingga pencatatan jumlah produksinya harus baik,” terangnya.

Selain itu, Sjarief juga meminta agar dibuka izin kapal di laut lepas dengan target 500 ribu ton per tahun. Target total produksi perikanan tangkap harus naik 30% dari tahun sebelumnya. Dia juga ingin agar DJPT membuka kantor regional wilayah pengelolaan perikanan (WPP) dan  menjadikan pangkalan pendaratan ikan sebagai acuan dalam pengambilan data perikanan.

Revitalisasi perairan umum daratan juga akan diperbaiki kualitasnya dengan melakukan penebaran benih yang unggul. Harapannya, sungai, waduk, danau dan perairan umum daratan lainnya dapat dijadikan area tangkapan ikan dan tidak hanya menjadi area budidaya.

“Kita buat festival perairan umum daratan seperti festival Danau Toba atau Festival Serayu. Kawasan Sungai Musi hulunya kita tebar benih, di bawah jembatan Ampera kita bangun pangkalan pendaratan ikan, kita siapkan petugas pencatatan perairan umum daratan.” paparnya.

Optimalkan Program Bantuan dan Fungsi Pelabuhan

Ketika stok ikan sudah berlimpah, dibutuhkan armada penangkapan ikan yang mumpuni. Bantuan sarana penangkapan ikan harus tepat sasaran dan sesuai dengan lokasi perairan penerima bantuan. Kapal bantuan dapat digunakan secara optimal oleh nelayan sehingga hasilnya dapat untuk membeli kapal kembali.

Tidak hanya itu, kelembagaan nelayan akan diperkokoh dengan melakukan edukasi dan pembinaan kepada nelayan. Harapannya, nelayan dapat lebih sejahtera, mandiri dan program bantuan dapat bermanfaat bagi anak cucu nelayan penerima bantuan. Pihaknya akan bermitra dengan perguruan tinggi melalui program kuliah kerja nyata (KKN) untuk melakukan sosialisasi ke desa nelayan, kelompok nelayan yang akan bekerja sama dengan para penyuluh dan mahasiswa.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga akan mengoptimalkan fungsi pelabuhan perikanan. Dari total 816 pelabuhan di Indonesia, 24 diantaranya akan dijadikan percontohan pelabuhan yang bersih dan higienis.

“Saya sudah koordinasi dengan Pak Direktur Pelabuhan Perikanan, agar tidak ada lagi hewan yang berkeliaran di area pelabuhan, petugas pelabuhan menggunakan seragam, sepatu boots, masker dan steril,” tuturnya.

Sebelum menutup kegiatan tersebut, Sjarief berharap kepada seluruh pegawai agar dapat meningkatkan komunikasi, kerjasama dan saling menghargai satu sama lain agar seluruh program kerja DJPT dapat tercapai.

“Kita harus dapat mensyukuri nikmat Tuhan, memberi makna mendalam bahwa DJPT sebagai embah, bertata nilai yang baik dan memiliki daya spiritual yang tinggi agar senantiasa diberikan kemudahan, dibukakan pintu rezeki yang penuh berkah,” tutupnya.

Penulis : Cahyo Priono

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Senang (66.7%)
  • Terinspirasi (16.7%)
  • Marah (16.7%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Sedih (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)

Comments

comments