Bangun Tiga Pabrik Tepung Ikan di 2016, KKP Siapkan Rp 53,9 Miliar

1141

KKPNews, Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSKP) menyiapkan Rp 53,9 miliar untuk pembangunan pabrik tepung ikan. Pembangunan tepung ikan ini sekaligus sebagai upaya KKP untuk mengurangi angka impor tepung ikan. Pasalnya selama ini impor produk tersebut cukup tinggi.

Dirjen PDSKP Nilanto Perbowo mengatakan, tahun 2016 Ditjen PDSKP menganggarkan Rp 53,9 miliar untuk pembangunan pabrik tepung ikan. Hal itu sebagai salah satu solusi untuk mengurangi jumlah impor tepung ikan.

“Total anggarannya Rp 53,9 miliar”, kata Nilanto, saat konferensi pers di Jakarta, Jumat (8/1).

Sementara untuk pembangunan pabriknya, Nilanto menjelaskan akan dilakukan di tiga wilayah di Indonesia, yakni Waringin, Halmehara Selatan dan Kendari.

“Pembangunan akan dilakukan di Kota Waringin Barat, Halmahera Selatan dan Kota Kendari. Pabrik akan ditempatkan di sentra-sentra perikanan seperti wilayah-wilayah yang saya sebutkan tadi,” lanjut Nilanto.

Tepung ikan hasil produksi nantinya akan dimanfaatkan untuk pakan ikan khususnya udang budidaya. Pasalnya udang membutuhkan pakan berprotein tinggi agar budidaya menjadi berkualitas.

Diawali dengan pakan yang berkualitas, kata Nilanto, dipastikan produk udang dalam negeri nantinya akan menjadi primadona. Tepung ikan, lanjut Nilanto, juga akan digunakan untuk keperluan lainnya.

“Pabrik tepung ikan yang kita bangun nantinya akan dekat dengan bahan baku seperti di sentra-sentra nelayan. Ini berbeda dengan yang dilakukan oleh Ditjen lain,” imbuhnya.

Di tempat yang sama, Direktur Pengembangan Produk Nonkonsumsi Kementerian Kelautan dan Perikanan, Maman Hermawan, mengatakan saat ini pemerintah belum menargetkan produksi tepung ikan. Dia menilai, saat ini merupakan langkah awal produksi yang bertujuan menekan angka impor terlebih dahulu.

“Sekarang ini sedang mencoba menekan angka impor terlebih dahulu. Meski langkah awal, produksi tepung ikan dirasa cukup untuk pakan ikan”, paparnya.

Tahap selanjutnya, pemerintah akan meningkatkan kualitas tepung ikan dengan sertifikasi. Hal ini dirasa perlu karena beberapa negara Uni Eropa minta produk tepung ikan Indonesia besertifikat.

“Oleh karena itu, kami sekarang meningkatkan mutu, menuju tepung ikan yang bersertifikat. Itu yang paling prinsip sebetulnya”, tutupnya.

*Marisa Dwi Kusuma Wardani

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Senang (64.0%)
  • Tidak Peduli (16.0%)
  • Terinspirasi (12.0%)
  • Terhibur (4.0%)
  • Sedih (4.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)

Comments

comments