Aplikasi Nelayan Pintar, Sediakan Informasi Cuaca Hingga Pemasaran Ikan

741
Dok. istimewa

KKPNews, Banyuwangi – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur mendorong nelayan sekitar untuk memasuki era go online dengan memanfaatkan aplikasi Nelayan Pintar. Gerakan ini dikampanyekan bersama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) pada sosialisasi dan pelatihan di Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan, Banyuwangi, Kamis (28/3).

Dalam kegiatan yang dihadiri sekitar 120 orang nelayan tersebut, Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kabupaten Banyuwangi, Hary Cahyo Purnomo mengatakan, penggunaan aplikasi Nelayan Pintar ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan nelayan. “Dengan menggunakan aplikasi ini, membuat hasil tangkapan ikan lebih efektif,” cetusnya.

Hary menyebutkan, aplikasi ini akan membantu sekitar 25.500 nelayan yang saat ini ada di Banyuwangi untuk membaca  kondisi cuaca sebelum melaut seperti tinggi gelombang, cuaca, lokasi ikan, dan arah mata angin. Bahkan, dalam keadaan darurat kehabisan bahan bakar, terdapat SOS yang memungkin nelayan berkomunikasi dengan nelayan terdekat.

Tak hanya itu, aplikasi ini juga diyakini dapat membantu memutus mata rantai pasar tengkulak. Melalui sistem Peta Daerah Penangkapan Ikan, aplikasi ini menyediakan informasi market place lengkap dengan daftar harga ikan. Nelayan dapat melihat harga ikan di setiap daerah dan menjadikannya sebagai bahan perbandingan.

Sementara itu, Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Kemaritiman Kominfo, Septriana Tangkary menuturkan, Kominfo menargetkan 1 juta nelayan menggunakan aplikasi Nelayan Pintar ini.

Nelayan Pintar ini diharapkan dapat mengubah paradigma nelayan dari yang tadinya mencari ikan di laut beralih menjadi menangkap ikan di laut karena lokasi ikan bisa ditemukan,” kata Septriana.

Septriana mengklaim, saat ini jaringan internet di laut sudah mulai merata, khususnya setelah adanya infrastruktur Tol Langit, yakni pembangunan serat fiber optik Palaparing. Dengan Palaparing ini, jaringan internet sudah tersedia di tengah laut. Menurut Septriana, di wilayah barat dan tengah Indonesia telah tersedia 100 persen, sedangkan di wilayah timur 93,4 persen.

Septriana berpendapat, hal ini dilakukan untuk mendukung kontribusi Produk Domestik Bruto (PDB) dari sektor perikanan dan pertanian. Di 2014 lalu, sektor perikanan berkontribusi sebesar 2,35 persen dari total PDB Indonesia, yang terdiri dari 1,08 persen dari sektor perikanan tangkap dan 1,27 persen dari perikanan budidaya. (AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Senang (83.3%)
  • Terhibur (16.7%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments