Antisipasi Nelayan Asing, DKP Terus Lakukan Operasi

179
ilustrasi kapal asing. TRIBUN BATAM/ ARGIANTO DA NUGROHO
“Soal pengaduan nelayan ke wartawan terkait ada rekaman video itu sampai sekarang kami belum dapat, kami sudah minta tapi tidak dikasih. Dan sampai saat ini kita terus lakukan operasi sehingga kita butuh rekaman itu, agar kita bisa tahu jelas koordinatnya, supaya jelas, namun mereka (nelayan) tidak kasih,” kata Kadis Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT, Aba Maulaka kepada Timor Express, Senin (19/10).
Sesuai ketentuan Menteri Kelautan dan Perikanan, lanjut Aba Maulaka, jika ada nelayan asing maka sudah menjadi keharusan untuk ditindak. “Dan operasi ini sementara berjalan. Bahkan kita ajak mereka nelayan untuk masuk juga dalam tim,” katanya. Namun ia mengaku armada yang digunakan masih terlalu kecil. “Jadi mungkin mereka (kapal luar itu) menghindar dan soal informasi ini kapal-kapal itu masih terus kita mencari tahu keberadaannya,” tandasnya.
Terpisah, Sekretaris Himpunan Seluruh Nelayan Indonesia (HSNI) NTT, Wam Nurdin menegaskan dengan adanya pemberitaan di media massa, pemerintah bisa membuka mata dan mendengar seluruh keluhan nelayan NTT bahwa dugaan adanya kapal asing yang berkeliaran di sekitar periaran NTT itu benar adanya. “Sekarang nelayan-nelayan kita punya bukti video rekaman saat kapal-kapal luar yang juga ditumpangi orang asing hendak mencuri ikan pada rumpon nelayan kita. Dan ini ada buktinya, bahkan sempat terjadi adu mulut dan kejara-kejaran ditengah laut antara nelayan kita dengan awak kapal luar itu,” tandas Wam.
Dikatakannya, jika memang pemerintah masih kurang percaya, silakan bersama nelayan untuk sesekali berlayar ke Laut Sawu atau sekitar perairan NTT untuk membuktikan hal itu. “Nelayan Kita punya bukti-bukti itu, ada video rekaman waktu terjadi adu mulut dengan nelayan luar diatas kapal ditengah laut, ada foto-fotonya, kita buktikan. Jadi kami harap pemerintah bisa tingkatkan pengawasan,” katanya.
Masih menurutnya, Polair juga telah memanggil sejumlah Nelayan termasuk salah satu kapten kapal yang sempat melakukan adu mulut dengan para nelayan luar itu. Termasuk dirinya sebagai Sekretaris HSNI NTT. “Saya datang dan mendampingi para nelayan yang dipanggil Polair untuk meng-cross check kebenaran berita ini. Dan di sana kita jelaskan apa adanya, sesuai dengan bukti rekaman video yang kita miliki, serta informasi-informasi lain yang kita punya,” ujarnya. (kr8/sam)
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments