Antisipasi Dampak Pandemi, KKP Gandeng Pemda Lakukan Pendataan Potensi Panen

46
Menteri Edhy menyaksikan panen Udang Vaname di Cidaun, Cianjur (Foto: KKP)

KKPNews, Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo meminta Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan di 34 provinsi tetap produktif. Ia juga berharap jajarannya tidak mengendurkan semangat di tengah pandemi Covid-19.

“Arah kita jangan berubah. Arah kita sama, bagaimana tetap produktif. Arahan Bapak Presiden jelas, pekerjaan tetep berlanjut, tetap maju,” kata Menteri Edhy saat memimpin rapat virtual bersama kepala dinas dari 34 provinsi se-Indonesia, Rabu (15/4).

Sebagai bentuk antisipasi dampak pandemi Covid-19, Menteri Edhy mengintruksikan agar para kepala dinas melakukan pendataan di daerahnya masing-masing. Pendataan tersebut meliputi potensi panen perikanan, baik tangkap maupun budidaya.

Tak hanya itu, Menteri Edhy juga meminta agar ada pendataan kesiapan infrastruktur di masing-masing daerah.

Teknologi Budidaya Udang. Dok Humas DJPB
Teknologi Budidaya Udang. Dok Humas DJPB

“Mohon didata, mana budidaya yang akan panen dan ada kecenderungan turun. Di (perikanan) tangkap juga datanya, termasuk datanya infrastruktur cold storage,” sambungnya.

Berdasarkan data itu pula, Menteri Edhy meminta kepala dinas di masing-masing daerah memiliki angka estimasi produksi dan potensi serapan di lapangan. Tujuannya agar pemerintah pusat bisa mengantisipasi jika terjadi disparitas produksi serta kesiapan infrastruktur di lapangan.

“Saya minta ini di breakdown mana provinsi yang melimpah ruah panennya sementara cold storage tidak ada, pemberitahuan itu kalau bisa diasumsikan biar bisa kita antisipasi jauh-jauh hari,” jelasnya.

Dalam rapat tersebut Menteri Edhy memastikan bahwa KKP masih memiliki akses dana Badan Layanan Umum (BLU). Dana BLU sebesar Rp1 triliun ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat kelautan dan perikanan. Sementara terkait stimulus untuk pelaku usaha juga sudah dikoordinir oleh Kementerian Perindustrian dan Kementerian Sosial mengoordinir bantuan untuk masyarakat nelayan.

“Kita masih punya akses BLU yang Rp1 tiriliun atau disebut kredit nelayan. Ini tersedia. Ini sayang kalau tidak digunakan karena bunganya sangat rendah, 3 persen,” urainya.

Karenanya, Menteri Edhy mengajak jajarannya tetap optimis dan melakukan yang terbaik untuk melewati pandemi.

“Ikan adalah produk yang bisa disimpan dan tahan lama. Semua orang akan tetap butuh makan. Restoran boleh tutup tapi makan tetap butuh. Langkah kita tetap harus produksi,” tegasnya.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments