Alasan Menteri Susi Tenggelamkan Kapal

625
google.com

BATAM – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengungkapkan, keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk langsung menenggelamkan kapal para pelaku Illegal, Unreported, Unregulated (IUU) Fishing tanpa melalui proses pengadilan berdasarkan alasan.

Adapun alasannya, ungkap Susi, lantaran penahanan para nahkoda beserta Anak Buah Kapal (ABK) pelaku IUU Fishing oleh pemerintah, memakan biaya yang tak sedikit.

“Penahanan ABK banyak biaya yang keluar. Makanya ingin Undang-Undang Perikanan Nomor 45 Tahun 2009 itu dilaksanakan segera dan langsung di tempat (penangkapan),” ujarnya di Pelabuhan PDSKP Batam, Selasa (20/10/2015).

Proses penenggelaman kapal tanpa pengadilan seperti itu, jelas Susi, sebenarnya sudah diinginkan dirinya sejak dulu.

Bila proses tersebut dijalankan, dia berharap, Undang-Undang Perikanan dapat mengeksekusi kapal para pelaku IUU Fishing agar lebih efisien lagi.

“Datang, tangkap, periksa lapangan, lakukan penyidikan, tanpa proses pengadilan. Siapkan tim dan laksanakan penenggelaman. Jauh lebih cepat dan hemat,” tegas dia.

Oleh sebab itu, dia ingin Kejaksaan Negeri (Kejari), TNI AL, Kepolisian dan lain-lain ada lebihnya baik bersatu. Namun dengan catatan, proses ini tentu saja akan tanpa mengurangi peranan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat.

“Bersatu dan bekerja sama lebih mudah lagi antara Kasal, Kejaksaan, dan lain-lain. Seperti Undang-Undang itu pokoknya yang saya mau,” imbuhnya.

Dengan demikian, pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan akan membuktikan negara mampu berdaulat atas hukum yang telah ditegakkan.

“KKP buktikan negara berdaulat atas hukumnya,” pungkas Susi.

(rzy)

Dhera Arizona Pratiwi

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments