Wujudkan Pemulihan Sumber Daya Ikan Danau Lindung, Pusriskan Jalin Kerja Sama dengan Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu

45
dok.humas BRSDMKP KKP

KKPNews, Jakarta – Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) melaksanakan kegiatan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pusat Riset Perikanan (Pusriskan) dengan Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu, terkait penelitian riset pemulihan sumber daya ikan danau lindung di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, pada tanggal 17 Mei 2018, di Ruang Rapat Kepala BRSDM, Gedung Mina Bahari III, Jakarta.

Hadir dalam kegiatan ini, Kepala BRSDM M. Zulficar Mochtar, Kepala Pusriskan Toni Ruchimat dan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu Roni Januardi.

Kepala BRSDM M.Zulficar Mochtar menyambut baik atas terjalinnya kerja sama Pusriskan dengan Dinas Perikanan Kab. Kapuas Hulu. BRSDM siap untuk membantu baik dalam skala nasional yang signifikan pengaruhnya untuk tata kelola kelautan dan perikanan.

“Kami hargai adanya inisiatif dari daerah dan pusat untuk saling bersinergi. Saya berharap risetnya dapat berjalan implementatif karena kita tengah menghadapi tantangan yang serius. Perlu solusi yang signifikan untuk menanggulangi hal tersebut. Perairan umum daratan perlu perhatian lebih karena langsung bersanding dengan masyarakat dan memiliki kekhasan. Sehingga perhatian tata kelola perairan darat ini menjadi atensi kedepannya.

Dengan kerja sama ini, Zulficar pun berharap Kab. Kapuas Hulu bisa menjadi daerah percontohan dan model efektif bagi daerah lainnya yang mengalami permasalahan sama.

Kepala Pusriskan Toni Ruchimat menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan kerja sama lanjutan, yang sebelumnya telah dilaksanakan pada tahun 2016 dan sejalan dengan arahan pemerintah terkait dengan Gerakan Penyelamatan Danau (GERMADAN).

“Dari tim sepakat bahwa kegiatanini perlu ditindaklanjuti melalui pengolahan yang holistik dan berkelanjutan terkait sumber daya ikan di Kapuas. Kami akan membuat suatu perencanaan pengelolaan sumber daya ikan. Semoga dari hasil penelitian dan riset di lapangan bersifat adaptif dan berkelanjutan untuk selanjutnya dapat dilaksanalan dinas setempat dan tentunya atas rekomendasi dari kami,” tuturnya.

Kadin Perikanan Kab. Kapuas Hulu pun turut menyampaikan rasa syukurnya atas terjalinnya kerja sama dengan Pusriskan. Pasalnya Kabupaten Kapuas Hulu mengalami pengurangan stok ikan setiap tahunnya, hingga mencapai 85 persen.

“Kerja sama ini sangat kami butuhkan karena sumber daya ikan cenderung berkurang. Berdasarkan data yang dikeluarkan Balai Riset Perikanan, Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan (BRPPUPP) Palembang, pada tahun 2003 produksi ikan mencpai 239 kilogram per hektar/tahun. Pada tahun 2016 disampaikan bahwa produksi ikan rata-rata per tahunnya hanya 23 kilogram. Hal ini berarti terjadi penurunan 85 persen. Permasalahan ini tentunya sangat berimbas pada perekonomian penduduk setempat karena posisi Kapuas merupakan sandaran perekonomian warga,” jelas Roni Januardi.

Melalui kerja sama ini, pihaknya ingin mengadakan program pemulihan sumber daya ikan. Agar tercipta hasil yang optimal Roni pun berharap adanya sinergitas antara pusat dengan daerah. “Soal anggaran, kami siap berpartisipasi. Kami berfikir bahwa kendala di daerah kalau hanya ditangani dinas daerah akan lama pengerjaanya. Karena itu besar harapan kami peran pusat ke daerah bisa semakin ditingkatkan,” ucapnya. (humas_brsdmkp)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments