Tuna Loin, Komoditas Ekspor Andalan NTT Sasar Pasar Mancanegara

43
Ilustrasi

KKPNews, Kupang – Tuna loin ternyata telah menjadi komoditas perikanan ekspor andalan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang akan dikirim ke Brunei Darussalam. Pasalnya, tuna loin adalah satu-satunya komoditas perikanan NTT yang diminati Brunei Darussalam. Hal ini dikemukakan Kepala Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Kupang Jimmy Yonathan Elwaren di Kupang, Selasa (17/4).

Data SKIPM Kupang menunjukkan, sepanjang tahun 2017, ekspor ikan dari NTT ke Brunei Darussalam mencapai 12.765 kg dengan total nilai sebesar USD84.420. Ekspor komoditas perikanan di tiga bulan pertama tahun 2018 juga hanya untuk komoditas tuna loin. Ekspor tuna loin pada Januari – Maret 2018 tercatat masing-masing 300 kg, 700 kg, dan 200 kg.

Menurut Jimmy, jumlah permintaan tuna loin ini selalu dinamis sesuai dengan kebutuhan negara pembeli. Namun ia mengakui, tuna loin memang menjadi satu-satunya komoditas perikanan NNT yang sejauh ini diminati Brunei Darussalam, meskipun jumlah permintaan setiap bulannya tidak mengalami kenaikan yang signifikan yaitu di bawah kisaran 1 ton.

Meskipun Brunei Darussalam menjadi negara tujuan ekspor tuna loin utama, tetapi ia bukanlah satu-satunya negara tujuan. Pada Maret 2018 tercatat tuna loin NTT juga telah dikirim ke tiga negara lainnya, yaitu Jepang, Tiongkok, dan Timor Leste. Bahkan, di bulan tersebut, permintaan tuna terbesar datang dari Jepang dengan jumlah mencapai 15.821 kg senilai USD116.200 lebih.

“Permintaan tuna loin dari Jepang memang tidak rutin setiap bulan namun sekali permintaan jumlah cukup tinggi,” tutur Jimmy.

Jimmy menambahkan, ekspor tuna loin dari NTT untuk tujuan Brunei Darussalam, Jepang, Tiongkok, Malaysia, Thailand, dan Filipina dilakukan melalui jalur laut dengan transit di Surabaya, Jawa Timur. Sedangkan kegiatan ekspor menggunakan jalur udara hanya berlaku bagi negara tujuan Singapura.

Sementara, ekspor ke Timor Leste dilakukan melalui jalur darat melewati sejumlah pos lintas batas negara di Pulau Timor. Hal ini dilakukan karena wilayah darat maupun laut NTT dan Timor Leste berbatasan langsung. (AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terinspirasi (100.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments