Tuna, Primadona Bisnis Perikanan Indonesia

37
Ilustrasi

KKPNews, Jakarta – Indonesia sebagai negara penghasil tuna terbesar, memiliki potensi besar untuk merajai pasar tuna Internasional. Tuna merupakan produk yang disukai oleh semua kalangan sehingga membuat harganya semakin tinggi

Berdasarkan data yang dilansir FAO melalui SOFIA tercatat, pada tahun 2016 terdapat 7,7 juga metrik ton tuna dan spesies seperti tuna ditangkap seluruh dunia. Bahkan ditahun yang sama Indonesia turut memasok 16% total produksi dunia, dengan rata-rata produksi tuna, cakalang, dan tongkol Indonesia mencapai lebih dari 1,2 juta ton/tahun. Sedangkan volume ekspor tuna Indonesia mencapai 198.131 ton dengan nilai USD569,99 juta pada tahun 2017.

Indonesia juga memiliki beragam jenis tuna, yaitu tuna mata besar (bigeye tuna), madidihang (yellowfin tuna), albakora (albacore), cakalang (skipjack tuna), dan tuna sirip biru selatan (southern bluefin tuna). Oleh karena itu Indonesia sangat pantas diperhitungkan dalam bisnis tuna.

Ikan tuna yang harganya terjangkau memiliki kandungan nutrisi tinggi untuk mengatasi permasalahan gizi buruk yang masih banyak terjadi di Indonesia. tidak hanya protein yang tinggi, tuna juga mengandung vitamin A, D, B6, B12 dan kaya akan mineral. Ikan tuna juga kaya akan omega 3 lebih tinggi daripada daging ayam dan sapi yang bermanfaat menjaga kolesterol dan jantung.

Dengan nilai ekonomi dari perkembangan bisnis ikan tuna ini, dapat dijadikan sebagai peluang yang dapat terus dimanfaatkan. Tetapi tetap mengedepankan aspek keberlanjutan agar perikanan tuna terus menerus lestari. (Irna Prihandini/AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments