Tingkatkan Produktivitas Perikanan Tangkap, KKP Berikan Bantuan ke Nelayan Gorontalo

94
Dirjen Perikanan Tangkap, Sjarief Widjaja menyerahkan beragam bantuan untuk nelayan Gorontalo, Jumat (19/1) Foto: Lukman Ariadi

KKPNews, Gorontalo –  Pemerintah terus berkomitmen untuk menjadikan laut sebagai garda depan dan masa depan bangsa. Ketegasan pemerintah untuk mengusir kapal-kapal asing berdampak pada peningkatan stok ikan di perairan Indonesia. Untuk mengoptimalkan potensi perikanan Indonesia yang kian melimpah dan meningkatkan hasil tangkapan nelayan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) memberikan sejumlah bantuan ke nelayan Gorontalo.

Sebanyak 57 unit kapal perikanan diserahkan secara simbolis kepada nelayan Gorontalo yang merupakan kapal bantuan tahun anggaran 2016 sejumlah 23 unit dan tahun anggaran 2017, 34 unit. Sebelumnya kapal bantuan beragam ukuran tersebut melakukan parade di perairan Teluk Tomini, Gorontalo. Bantuan armada penangkapan ikan ini dilengkapi juga dengan bantuan alat penangkapan ikan ramah lingkungan mencapai 51 paket berupa gillnet permukaan, gillnet pertengahan, handline, dan rawai dasar 1000 mata pancing,

Penyerahan bantuan ini, diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Sjarief Widjaja, anggota Komisi IV DPR-RI Roem Kono, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Bupati Bone Bolango Hamim Pou, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Gorontalo Sutrisno dan Direktur Pelabuhan Perikanan Frits P. Lessnusa.

Dalam sambutannya, Sjarief mengucapkan terima kasih kepada nelayan atas jasanya menyulai ikan sebagai salah satu sumber protein hewani yang menyehatkan dan mencerdaskan. Dia juga mengajak masyarakat nelayan untuk dapat menggunakan bantuan sarana penangkapan ikan ini dalam mengawal keberlanjutan sumber daya ikan di perairan Indonesia.

“Saya minta bapak-bapak nelayan sekalian untuk menjaga laut dengan tidak melakukan aktivitas penangkapan ikan yang tidak merusak. Kita harus melindungi kelestarian hayati laut. Agar anak cucu kita juga masih dapat menikmatinya kelak,” pesannya di hadapan ratusan nelayan yang memadati Pangkalan Pendaratan Ikan Inengo, Bone Bolango.

Dalam kesempatan yang sama, pemerintah juga memberikan bantuan premi asuransi nelayan senilai  Rp. 2,12 miliar untuk 7.638 orang nelayan di Provinsi Gorontalo dengan rincian Kab. Boalemo 1.350 nelayan, Kab. Bone Bolango 105 nelayan, Kab. Gorontalo 1.570 nelayan, Kab. Gorontalo Utara 1.821 nelayan, Kota. Gorontalo 1.170 nelayan dan Kab. Pohuwato 1.622 nelayan.

Secara simbolis, kartu asuransi nelayan diserahkan kepada 3 orang nelayan. Tak hanya itu, hadir pula 5 orang penerima klaim asuransi nelayan yang mendapatkan santunan manfaat sebesar Rp200 juta karena meninggal dunia akibat aktivitas penangkapan ikan untuk 1 orang dan 4 orang yang menerima manfaat Rp160 juta akibat meninggal dunia bukan karena aktivitas penangkapan ikan

“Bagi bapak-bapak yang belum memiliki asuransi nelayan segera mendaftar. Bagi yang kemarin sudah dapat bantuan, bisa meneruskan secara mandiri preminya sangat terjangkau. Sekitar Rp175 ribu per tahunnya,” ucap Sjarief.

Besaran manfaat santunan asuransi nelayan akibat kecelakaan aktivitas penangkapan ikan mencapai Rp200 juta apabila meninggal dunia, Rp100 juta apabila mengalami cacat tetap dan Rp20 juta untuk biaya pengobatan. Sedangkan jaminan santunan kecelakaan akibat selain aktivitas penangkapan ikan Rp160 juta apabila meninggal dunia, cacat tetap Rp100 juta dan biaya pengobatan Rp20 juta.

Dalam kunjungan kerjanya di Bone Bolango, Sjarief juga menyerahkan bantuan permodalan nelayan dengan total mencapai Rp36,49 miliar. Bantuan permodalan ini merupakan kerja sama DJPT dengan Bank BRI berupa gerai permodalan nelayan. Gerai ini bertujuan untuk meningkatkan pendanaan skala usaha termasuk memfasilitasi pengembangan alat penangkapan ikan ramah lingkungan. Diketahui, di Provinsi Gorontalo jumlah debitur yang sudah terfasilitasi permodaannya sebanyak 2.725 orang.

“Kita gandeng perbankan guna fasilitasi bapak-bapak nelayan mendapatkan bantuan permodalan agar dapat melaut. Harapan kedepannya, kapal-kapal yang bapak-bapak miliki ini nantinya dapat menetas menjadi kapal yang lebih besar,” tandas Sjarief.

Tak hanya itu, Sjarief juga turut meresmikan tempat pemasaran ikan higienis senilai Rp 545 juta dan meninjau pembangunan pasar ikan bersih dari Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan senilai Rp3,2 miliar. Pemerintah juga memberikan bantuan ice flake machine berkapasitas 1,5 ton sebanyak 2 unit untuk Kota Gorontalo dan 2 unit untuk Kabupaten Gorontalo serta 1 unit sarana kendaraan berpendingin roda 6.

“Saya optimis seluruh bantuan dari pemerintah ini dapat berkontribusi untuk meningkatkan produkivitas nelayan di Gorontalo. Ikan melimpah, hasil tangkapan terus naik. Pendapatan bertambah, nelayanpun sejahtera,” pungkas Sjarief. (Humas DJPT)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (100.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments