Tertarik dengan Pendidikan yang Hasilkan SDM Perikanan Kompeten, JICA Kunjungi STP

155
Dok. Humas KKP/Regina Safri

KKPNews, Jakarta – Tim survey Japan International Cooperation Agency (JICA) melakukan kunjungan kerja, Selasa (20/03), ke kampus Sekolah Tinggi Perikanan (STP), Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka penyiapan program bantuan (loan) kapal patroli perikanan dari Pemerintah Jepang, khususnya dalam bidang rekrutmen kru kapal.

Dengan didampingi oleh tim dari Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), tim JICA diterima oleh Ketua STP Mochammad Heri Edy beserta jajarannya. Tim tersebut terdiri dari Daigo Iwata, Takino Seiichi, dan B. Tomo, yang mengaku tertarik dengan pendidikan yang diseleggarakan STP dan ingin mengetahui lebih dalam.

Heri Edy menyampaikan, STP merupakan pendidikan vokasi dengan porsi praktik sebesar 70% dan teori sebesar 30%. Dengan demikian lulusan yang dihasilkan benar-benar kompeten dan siap pakai di dunia kerja dan wirausaha sesuai dengan bidangnya.

Dalam hal ini, terkait dengan rekrutmen kru kapal, lanjut Heri, dari enam Program Studi (Prodi) STP jenjang Diploma IV, terdapat dua Prodi terkait, yaitu Teknologi Penangkapan Ikan dan Permesinan Perikanan. Para tarunanya diwajibkan untuk berlayar selama 200 hari dan diuji kompetensinya saat menempuh pendidikan, sehingga dibekali sertifikat kompetensi berupa Ahli Nautika Kapal Penangkap Ikan (Ankapin) Tingkat I, Ahli Teknika Kapal Penangkap Ikan (Atkapin) Tingkat I, serta Basic Safety Training (BST). Dengan sertifikat tersebut, kompetensinya diakui di Dunia Usaha dan Dunia Industri.

Kepala Sub Direktorat Infrastruktur, Direktorat Pemantauan dan Operasi Armada PSDKP, Teguh Wibowo, mengatakan bahwa pihaknya banyak merekrut lulusan STP karena kompetensinya sangat dibutuhkan antara lain untuk menjadi pengawas perikanan. “Karena yang diawasi adalah kapal perikanan, maka lulusan STP lebih ahli dalam hal ini dibandingkan lulusan pelayaran secara umum yang belum tentu memahami kapal perikanan,” ujar Teguh.

Usai melakukan pertemuan, tim survey melakukan kunjungan ke sarana dan prasarana STP, salah satunya adalah simulator kapal di dalam kampus. Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Kapal Latih dan Riset STP, K.M. Madidihang 03, di Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman, Muara Baru, Jakarta Utara.

Tim JICA menyatakan kekagumannya terhadap sarana dan prasarana STP, khususnya K.M. Madidihang 03. Di kapal buatan Spanyol dengan bobot 756 GT tersebut, Daigo Iwata menyampaikan, pihaknya tidak menyangka akan melihat kapal secanggih dan selengkap itu fasilitasnya. “Kapal ini meyakinkan saya akan kecakapan taruna STP yang dididik dan dilatih di kapal yang sangat modern ini,” ujarnya. (Humas BRSDMKP)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Senang (60.0%)
  • Terhibur (20.0%)
  • Terinspirasi (20.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments