Teknologi Budidaya Cerdas Hadapi Tantangan Krisis Air dan Pangan

94

KKPNews, Jakarta – Momen Hari Air Sedunia yang jatuh pada setiap tanggal 22 Maret, menjadi titik balik untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya sumber daya air bagi kehidupan, sekaligus menyampaikan fakta bahwa kekhawatiran terjadinya krisis air, memang bukan isapan jempol semata.

Perubahan iklim dan lingkungan global yang dipicu oleh efek pemanasan global (global warming) telah memberikan dampak penurunan kualitas lingkungan yang begitu cepat. Kondisi ini kemudian diperparah oleh tindakan eksploitatif manusia dalam memanfaatkan sumber daya alam dan lingkungan tanpa mengindahkan supportive carrying capacity. Dua hal ini, menjadi akar penyebab masalah yang dihadapi oleh berbagai negara di belahan dunia, khususnya resiko terjadinya krisis air yang menjadi penopang utama kehidupan masyarakat di muka bumi.

Permasalahan keterbatasan sumber daya air, telah secara langsung memberikan dampak negatif terhadap penurunan produktivitas sumber daya alam yang berbasis pangan. Ini tentunya yang menjadi kekhawatiran masyarakat global saat ini. Ledakan jumlah penduduk sudah barang tentu akan disertai oleh kebutuhan pangan yang kian besar. Sementara kerentanan pangan sudah mulai nampak sebagai akibat dari kerersediaan sumber daya air yang kian menurun secara signifikan. Penurunan mulai terlihat pada perairan umum yang menunjukkan penurunan debit air secara terus menerus.

Oleh karena itu, perlu ada strategi bagaimana mencukupi kebutuhan pangan ditengah permasalahan keterbatasan sumber daya air dan lahan. Di bidang budidaya, efisiensi sumber daya air dan lahan dapat dilakukan dengan berbagai teknologi di antaranya Recirculating Aquaculture System (RAS), pengembangan bio-filtration system, pengembangan budidaya lele sistem bioflok, dan penerapan sistem resirkulasi tertutup (closed recirculation system). (Humas DJPB/AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments