Tarian Meriah Sambut Kedatangan Menteri Susi di Belitung

54
Dok. Tribun Belitung

KKPNews, Belitung – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti pada Jumat pagi ini (27/7) tiba di Pantai Tanjung Kelayang, Kabupaten Belitung. Kedatangan Menteri Susi disambut Wakil Gubernur Bangka Belitung Abdul Fatah, Bupati Belitung Sahani Saleh, anggota DPD RI daerah pemilihan Bangka Belitung Tellie Goezali, serta jajaran pejabat daerah lainnya.

Masyarakat setempat mempersembahkan tari-tarian tradisional untuk menyambut kedatangan Menteri Susi berserta rombongan, sekaligus sebagai ucapan selamat datang yang ramah dari tanah kelahiran novelis ternama Andrea Hirata tersebut.

Kunjungan Menteri Susi ke Pulau Belitung dalam rangka membuka ajang kompetisi bertaraf internasional dengan tajuk Kayak Marathon 2018. Kegiatan perlombaan tersebut diprakarsai oleh Badan Pengelola Geopark Pulau Belitung.

Kompetisi tersebut diikuti oleh 82 orang peserta yang berasal dari Malaysia, Singapura, India, bahkan Italia. Nantinya, tiap peserta akan mengayuh kayak sejauh sekitar 20 kilometer. Tak kalah menarik, Menteri Susi dikabarkan akan turut berpartisipasi mengayuh kayak, seperti yang dikonfirmasi oleh Ade Satari selaku Ketua Panitia Kayak Marathon 2018.

“Ada enam negara di luar Indonesia yang sudah final menjadi peserta. Semua ada 82 orang peserta yang ikut, dan yang membuka langsung event ini, Ibu Menteri Susi langsung. Beliau juga akan mencoba Kayak di pembukaan itu,” tuturnya.

Sebelum membuka event Kayak Marathon 2018, Menteri Susi terlebih dulu akan melakukan bersih-bersih pantai sebagai bagian dari kampanye Pandu Laut yang digalakan akhir-akhir ini untuk meningkatkan higienitas dan kualitas laut Indonesia.

“Nah beliau tiba jadwalnya pukul 08.30 WIB, habis itu acara bersih-bersih pantai dulu. Selanjutnya baru mendayung kayak,” ujar Ade Satari.

Untuk format dari kompetisi Kayak Marathon 2018 sendiri, ajang tersebut terbagi menjadi beberapa jenis perlombaan, yakni K1 (Kayak perseorangan), K2 (kayak duet/tandem), K3 (mengayuh dayung kayak dengan posisi berdiri). Tak lupa diadakan perlombaan Kano Tradisional yang khusus diikuti oleh masyarakat lokal. (Damar Senoaji/AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terinspirasi (50.0%)
  • Senang (50.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments