SKPT Merauke, Bangun Perekonomian Nelayan Papua

46
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat mengunjungi SKPT Merauke di Provinsi Papua, Senin (19/3). Dok. Humas KKP/Regina Safri

KKPNews, Merauke – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melakukan lawatan kerja di beberapa lokasi di Provinsi Papua, Papua Barat, dan Maluku. Hal ini menunjukkan perhatian luar biasa pemerintah terhadap pembangunan di timur Indonesia, khususnya sektor kelautan dan perikanan. Kunjungan diisi dengan kerja pengawasan serta kunjungan ke beberapa titik pembangunan kelautan dan perikanan.

Giliran lawatan pada Senin (19/3) dilaksanakan di Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT), Kabupaten Merauke. Merauke memiliki potensi sumber daya alam yang strategis untuk menyokong pasar perikanan nasional. Perairan Papua dan Merauke pada khususnya, dikaruniai dengan ekosistem perairan tropis yang memiliki karakteristik dinamika sumber daya perairan yang luar biasa, termasuk di dalamnya sumber daya ikan yang tinggi. Sumber daya ikan sangat melimpah, baik dari kuantitas maupun diversitas. Sumber daya ikan tersebut tentu saja harus dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan untuk sebesar-besarnya kesejahteraan nelayan.

Ke depannya, SKPT dapat membangun pulau-pulau kecil dan kawasan perbatasan dengan basis spasial serta sektor kelautan dan perikanan sebagai penggerak utamanya. Pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Merauke tahun 2017 dibangun dengan biaya Rp41,508 miliar, terdiri dari pembangunan Dermaga, Selasar, TPI higienis, Ice Flake Machine, Kios Perbekalan Melaut, dan Integrated Cold Storage (ICS).

Selanjutnya pada tahun 2018 akan dialokasikan anggaran sebesar Rp45,232 milar yang direncanakan untuk pengadaan bantuan kapal perikanan ukuran < 5 GT sebanyak 60 paket sebesar Rp5,312 miliar, serta penambahan fasilitas Pelabuhan Perikanan Merauke berupa masjid, talud penahan tanah, pematangan lahan, jalan dan trotoar, tempat perbaikan jaring, penyediaan air bersih (BWRO), rumah dinas, lahan parkir, MCK, drainase kawasan dan pos pengawasan sebesar Rp39,910 miliar.

“Nelayan Merauke harus semangat melaut, tahun ini kami akan bantu lagi untuk membangun SKPT. Selain SKPT juga ada bantuan alat tangkap, kapal penangkap ikan, asuransi nelayan, dan bantuan modal untuk nelayan. Jadi, pergunakan bantuan dari KKP dengan baik, supaya dapat hasil yang baik juga,” urai Susi.

Di samping Susi, hadir pula pada lawatan kerja tersebut Pejabat Gubernur Papua Soedarmo, Wakil Kepala Staf AL RI Laksdya Achmad Taufiqoerrochman, Komandan Lantamal XI Merauke Brigjen Mar I Ketut Suarya, Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Sjarief Widjaja, Dirjen PDSPKP Nilanto Perbowo, Dirjen PRLKP Brahmantya Satyamurti, Bupati Merauke Frederikus Gebze, Koordinator Satgas 115 Mas Achma Santosa, dan Direktur Pelabuhan Perikanan Frits P. Lessnusa.

Sementara dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT), Sjarief Widjaja mengatakan, nelayan Merauke beruntung memiliki sumber daya alam yang bagus, sehingga memudahkan mereka dalam mencari ikan di laut.

“Beruntungnya nelayan Merauke punya sumber daya alam yang luar biasa, ini harus dimanfaatkan. Pembangunan SKPT diharapkan dapat makin membangun perekonomian Papua, dan nasional. Dengan demikian, pendapatan nelayan Papua dapat meningkat dan kehidupan mereka semakin sejahtera,” jelas Sjarief. (Humas DJPT)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments