Selamatkan Laut, Samudera Bebas Plastik

226
dok.humas PRL

KKPNews, Denpasar – Hari Kelautan Dunia (Word OceanDay) yang jatuh pada tanggal 8 Juni dan Hari Segitiga Karang Dunia (Coral Triangle Day) yang jatuh pada tanggal 9 Juni setiap tahunnya. Hari Terumbu Karang Dunia diperingati setiap tahun oleh keenam negara anggota CTI-CFF yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Timor Leste, Papua Nugini dan Solomon, hal ini dipilih dan ditetapkan secara aklamasi pada CTI-CFF Ministerial Meeting ke-4 (MM 4) tahun 2012 di Putrajaya, Malaysia, dikarenakan sehari sebelumnya, yaitu tanggal 8 Juni telah terlebih dahulu diperingati sebagai Hari Kelautan Dunia. Demikian disampaikan Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Brahmantya Satyamurti Poerwadi, Denpasar (7/6).

Segitiga karang atau coral triangle adalah sebutan untuk wilayah geografis perairan lebih dari 6.500.000 km², dengan lebih dari 600 spesies terumbu karang dan meliputi 76% semua spesies terumbu karang yang ada di dunia dan merupakan ekosistem laut paling subur. Kawasan segitiga karang meliputi Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, Filipina, Kepulauan Solomon dan Timor Leste, merupakan sumber kehidupan bagi 120 juta lebih orang di daerah pesisir, serta ribuan unit usaha baik kecil maupun besar di sektor perikanan dan pariwisata. Sebagai pusat keanekaragaman karang dunia, Indonesia memiliki luas sekitar 2,5 juta hektar dan menjadi rumah bagi 67 persen karang dunia yang telah memberikan berbagai manfaat termasuk pariwisata dan ketahanan pangan, tambahnya.

Brahmantya menegaskan pentingnya kesehatan terumbu karang dan lingkungan perairan agar peran dan fungsi berjalan dengan baik. “Menjaga lingkungan perairan termasuk terumbu karang, padang lamun, hutan mangrove dan ikan adalah tugas semua pihak”. Adanya sampah plastic dapat mengganggu mahluk hidup di air dan dapat berakibat pada industri pariwisata di laut. “Pesan kami, Samudera Bebas Plastik merupakan komitmen Indonesia membutuhkan kerjasama semua pihak”, tegas Brahmantya.  

Wilayah segitiga karang ini terkenal dengan keanekaragaman jenis flora dan fauna endemik, hutan hujan tropis, terumbu karang, hutan mangrove yang luas, dan juga beberapa species padang lamun, Lebih dari 3.000 spesies ikan termasuk ikan paus, lumba-lumba, pari, hiu, duyung dan hiu paus, ikan terbesar di dunia menjadikan wilayah segitiga karang sebagai tempat hidup, termasuk 6 dari 7 spesies penyu bertelur, mencari makan dan bermigrasi berada di kawasan ini.

Dalam kesempatan ini Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut melalui Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Denpasar bekerjasama dengan Coral Triangle Center (CTC) dan mitra terkait menyelenggarakan kegiatan dalam rangka memperingati Hari Kelautan Dunia dan Hari Segitiga Karang Tahun 2018 yang dilaksanakan di kawasan Pantai Segara Sanur, Bali pada tanggal 3 Juni 2018, 5 Juni 2018 dan 7 Juni 2018.

Adapun kegiatan yg dilakukan untuk wilayah kerja BPSPL Denpasar adakah aksi bersih pantai, sosialisasi dan pemberian pemahaman kepada anak sekolah dan masyarakat, untuk sosialisasi dikombinasikan dengan seni tari kecak dan wayang samudera. Talkshow dengan tema Samudera Bebas Plastik dan penandatanganan Komitmen Bersama mewujudkan Laut Bebas dari Sampah Plastik. Kegiatan ini ada yang dilaksanakan di Bali, Surabaya, Mataram dan Kupang yang merupakan wilayah kerja BPSPL Denpasar.

Selain itu diadakan juga serangkaian kegiatan seperti penandatanganan Deklarasi dan komitmen, pagelaran Wayang Samudra oleh Dalang I Komang Wardana,  tari Kecak anak-anak oleh Sanggar Wit Tonjaya serta  Talk show dengan narasumber:  Dirjen PRL, SAM KKP Bidang Ekologi dan Sumberdaya Laut, Sally Yozel, Director of Environmental Security Program, Stimson Center, Direktur Eksekutif CTC, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali dengan tema “Samudra Bebas Plastik”.

Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan informasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian laut dan menanamkan kesadaran kepada masyarakat sejak dini untuk menjaga keseimbangan alam dengan mengurangi pemakaian plastik dan tidak membuangnya sembarangan, terutama ke laut. Kegiatan ini juga merupakan rangkaian kegiatan dalam upaya memenuhi aksi sebagai komitmen Indonesia di perhelatan Our Ocean Conference” pada tanggal 29 – 30 Oktober 2018 di Bali, Indonesia yang mengusung tema ”Our Ocean, Our Legacy”.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (60.0%)
  • Terinspirasi (20.0%)
  • Tidak Peduli (20.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments