Realisasi Premi Asuransi Budidaya Udang 2017 Capai Rp1,48 Miliar

70
Dok. Humas DJPB

KKPNews, Jakarta – Realisasi premi Asuransi Usaha Buddiaya Udang (AUBU) tercatat mencapai Rp1,48 miliar per 31 Desember 2017 sejak diluncurkan pada 11 Desember 2017 lalu. Sebanyak 14 provinsi telah mengikuti asuransi tersebut. Sementara tambak udang yang dilindungi oleh asuransi totalnya seluas 3.300 hektare. Realisasi lahan tertinggi terdapat di Sulawesi Selatan dengan luas 1.368,2 hektare.

Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank II Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muhammad Ichsanuddin menjelaskan program asuransi tersebut merupakan yang pertama di dunia. Berbeda dengan program asuransi besutan pemerintah lainnya, premi asuransi ini ditanggung penuh oleh pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan.

“Kalau asuransi yang lain kan beban preminya dibagi dua, antara pemerintah dan petani sebesar 80% dan 20%. Kalau yang udang, 100% pemerintah yakni anggaran dari KKP. AUBU 100% dari pemerintah melalui APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) yang merupakan anggaran KKP,” ungkap Ichsannudin pada Jumat (11/1).

Selain itu, OJK juga mencatat AUBU telah diikuti oleh 2.004 pembudidaya di 14 provinsi serta diikuti oleh empat perusahaan asuransi. Dalam satu tahun, petambak udang bisa klaim tiga kali apabila ada kegagalan. Penyebab kegagalan secara garis besar dibagi dua, yaitu apabila benih udang mati akibat penyakit dan bencana alam.

“Budiaya udang siklus panennya setahun tiga kali, maka dimungkinkan klain setahun tiga kali kalau penyebabnya penyakit atau bencana alam,” ungkap Ihsanuddin.

Sementara itu, harga pertanggungan program asuransi tersebut sebesar Rp5 juta per siklus panens dengan batas maksimum ganti rugi Rp15 juta setahun. (MD)

*diolah dari berbagai sumber

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terinspirasi (100.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments