Ratusan Ribu Benih Udang Windu Dilepasliarkan di Perairan Lampung Selatan

40
Pelepasliaran benih udang windu di perairan Lampung Selatan. Dok. Cendananews

KKPNews, Lampung – Dalam rangka penyelenggaraan Bulan Bakti Karantina dan Mutu Hasil Perikanan 2018, Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Lampung melaksanakan berbagai kegiatan untuk meningkatkan mutu hasil perikanan. Rabu (18/4), BKIPM Lampung melakukan pelepasliaran 200.000 benih udang windu (benur) di Pantai Ketapang, di pantai timur Lampung Selatan.

Kepala BKIPM Lampung Rusnanto mengatakan, pelepasliaran tersebut melibatkan berbagai stakeholder terkait untuk menjamin ketersediaan udang windu di wilayah tersebut, di mana banyak masyarakat yang berprofesi sebagai pembudidaya udang jenisi ini.

“Pelepasan benur menjadi salah satu kegiatan yang kita lakukan dari beberapa rangkaian bulan bakti BKIPM diantaranya operasi kepatuhan dan juga pelepasliaran benih udang lobster bekerja sama dengan Polres Lampung Selatan,” tutur Rusnanto, Rabu (18/4).

Menurut Rusnanto, lokasi pelepasliaran benih udang windu ini berada di dekat saluran atau parit yang menjadi kanal bagi tambak. Dengan demikian, ia berharap ratusan ribu benih udang windu yang dilepaskan dapat berkembang biak di wilayah tersebut. Sebagaimana diketahui, wilayah perairan Ketapang juga ditetapkan sebagai kawasan minapolitan.

Selain untuk mendukung pertumbuhan sektor perikanan di Lampung Selatan, pelepasliaran benur ini juga dilaksanakan untuk memenuhi amanat Undang-undang Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Ikan, Hewan, dan Tumbuhan.

Kepala Stasiun KIPM Wilker Bakauheni Catur S. Udiyanto mengatakan, kegiatan pelepasliaran udang windu ini dilakukan atas kerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung dan Kabupaten Lampung Selatan. Dalam pelepasliaran tersebut turut disosialisasikan penggunaan alat tangkap ramah lingkungan.

Menurut Catur, pihaknya rutin melakukan pemeriksaan mutu hasil perikanan tambak budidaya di wilayah pesisir Lampung Selatan. Selain itu, juga dilakukan sosialisasi pengurusan dokumen yang diwajibkan untuk perlalulintasan komoditas perikanan dan produknya. Terlebih lagi, keberadaan Kantor BKIPM Wilker Bakauheni di jalur lalu lintas hasil dan produk perikanan mengharuskan dilakukannya pengawasan.

Selasa (17/4) malam, BKIPM telah melakukan operasi kepatuhan melibatkan TNI dan Polri. Dalam operasi tersebut diamankan satu ekor ikan arwana yang akan dilalulintaskan dengan bus antarkota antarprovinsi yang dibawa ke Karantina Ikan Bakauheni.

Selain itu, BKIPM Lampung juga melepasliarkan sebanyak 28.750 ekor bibit lobster di Pantai Kalianda, Lampung Selatan. Bibit lobster tersebut merupakan hasil pengamanan Polres Lampung Selatan dari sebuah mobil L300 dengan nomor polisi BE 8645 Q.

Sekitar 28.750 bibit lobster dalam 10 kotak tersebut dibawa dari Serang, Banten menuju Desa Pasir Sakti, Lampung Timur.

“Pelepasliaran dilakukan untuk dua jenis lobster pasir dan lobster mutiara agar bisa hidup di perairan sesuai dengan aturan pelarangan pengiriman lobster sebelum memenuhi standar ukuran yang ditetapkan,” pungkas Rusnanto. (AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments