Ratusan Kepiting Bakau Bertelur Selundupan Dilepasliarkan di Sungai Kapuas

74
Dok. iNews TV/Gusti E

KKPNews, Pontianak – Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Kemanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Kepolisian Daerah Kalimantan Barat melepasliarkan 432 ekor kepiting bertelur ke Sungai Kapuas, Senin (12/3). Pelepasliaranan tersebut turut disaksikan perwakilan organisasi non-pemerintah internasional World Wide Fund for Nature (WWF).

Kepala Stasiun Karantina Ikan Wilayah Kalimantan Barat Miharjo mengatakan, kepiting bertelur tersebut diperkirakan dapat menetaskan 1-2 juta anak kepiting. Jika ditotal dapat menghasilkan sekitar 423 juta anak kepiting yang penting untuk keberlanjutan ekosistem alam.

Sebagai informasi, kepiting tersebut merupakan temuan Tim Subdit 1 Ditreskrimsus Polda Kalbar di Jalan Waduk Kompleks Waduk Blok D 5 Kecamatan Pontianak Selatan, pasa Sabtu (10/3) lalu. Kepiting bertelur tersebut diselundupkan di dalam 17 keranjang dan siap dikirim ke Malaysia.

Penggagalan penyelundupan bermula dari laporan masyarakat kepada Ditreskrimsus Polda Kalbar tentang aktivitas penyimpanan kepiting bertelur yang siap diekspor ke Kuching Malaysia dan juga dipasarkan di Pontianak. Saat penyergapan di rumah dimaksud, polisi menemukan karyawan yang sedang beraktivitas.

Berdasarkan penyidikan, kepiting bertelur tersebut didapat dari berbagai wilayah Kalimantan Barat seperti Kecamatan Kubu, Padang Tikar, Batu Ampar, dan Provinsi Kalimantan Tengah, serta Kalimantan Selatan. Rencananya kepiting tersebut akan dijual kembali di Pontianak, Singkawang, dan Kuching Malaysia.

Kepiting bakau merupakan produk perikanan yang dibatasi lalu lintar perdagangannya berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 56 Tahun 2016 tentang Larangan Penangkapan dan/atau Pengeluaran Lobster (Panulirus spp.), Kepiting (Scylla spp.), dan Rajungan (Portunus spp.) dari Wilayah Negara Republik Indonesia.

“Kepiting yang sedang bertelur dan di bawah berat 200 gram per ekor dilarang dikeluarkan,” ungkap Miharjo.

Akibat perbuatannya, pemilik agen penjualan kepiting betina tersebut masih dalam pemeriksaan Ditreskrimsus Polda Kalbar guna proses hukum lebih lanjut. (AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments