Pulihkan Ekosistem Danau Tempe, KKP Lepas Liarkan Ratusan Ribu Ikan Lokal

60
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melepasliarkan benih ikan lokal di perairan Danau Tempe, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Rabu (29/3). Dok. Humas DJPB

KKPNews, Wajo Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melepasliarkan benih ikan lokal di perairan Danau Tempe, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Rabu (29/3).  Sebanyak 265.000 ekor benih ikan lokal antara lain ikan tawes, jelawat, dan baung dilepasliarkan di perairan Danau yang menjadi ikon Kabupaten Wajo ini. Kegiatan tersebut bertepatan dengan HUT Kabupaten Wajo yang ke-619 dan dihadiri sejumlah kalangan antara lain anggota Komisi IV DPR RI Nasyid Umar, Direktur Kawasan dan Kesehatan Ikan KKP Arik Wibowo, dan jajaran Pemda Kabupaten Wajo.

Restocking menjadi agenda rutin KKP dan telah menjadi bagian program prioritas. Kami melihat Danau Tempe ini sebagai aset sumber daya yang harus dipulihkan daya dukungnya, utamanya keseimbangan ekosistem yang saat ini mulai terganggu akibat sedimentasi dan eutriofikasi. Kondisi ini berpotensi mengancam keragaman jenis ikan yang ada di Danau Tempe. Oleh karenanya restocking ini penting untuk memulihkan ekosistem Danau Tempe,” tutur Direktur Kawasan dan Kesehatan Ikan KKP Arik Wibowo dalam keterangannya.

Arik juga menambahkan, Danau Tempe merupakan  bagian penting dalam menopang ekonomi masyarakat dari aktivitas perikanan. Di sisi lain, dirinya mengharapkan ke depannya restocking ini secara ekonomi dapat meningkatkan produktivitas ikan di Danau Tempe.

Sedangkan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Wajo Nasfari menggambarkan kondisi Danau Tempe yang mengalami sedimentasi. Menurutnya sedimentasi menyebabkan daya tampung air Danau Tempe menurun drastis.

“Penting sekali dilakukan pengerukan Danau Tempe dan bendungan gerak. Dengan dikeruknya danau secara rutin diharapkan dapat menjaga suplai air pada saat terjadi kekeringan. Perlu diketahui, Danau Tempe ini sangat penting untuk mensuplai kebutuhan air bagi masyarakat, dan pengairan untuk pertanian dan perikanan,” ungkapnya. (Humas DJPB/AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments