Program Optimalisasi KJA KKP Picu Usaha Budidaya Laut Kepulauan Riau

70
Panen perdana program optimalisasi KJA di Kepulauan Bintan pada KJA milik Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Maju Jaya, Desa Penaga, Bintan. Rabu (22/11). Dok. Humas DJPB

KKPNews, Bintan Optimalisasi   Karamba Jaring Apung (KJA) yang digulirkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui dukungan sarana budidaya hingga saat ini mulai menuai hasil. Hal ini ditandai dengan mulai dilakukannya panen hasil produksi di berbagai daerah. Seperti diketahui, tahun 2017 KKP memberikan dukungan sarana budidaya untuk mengoptimalkan  sebanyak 1.050 lubang KJA yang tersebar di berbagai sentral produksi budidaya. Dukungan tersebut sebagai upaya optimalisasi KJA masyarakat yang semula tidak dioperasikan agar kembali produktif.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto mengatakan bahwa program ini telah mampu menghidupkan kembali aktivitas budidaya laut di berbagai daerah. Langkah ini menurutnya menjadi angin segar bagi pengembangan budidaya laut ke depan.

“Dukungan yang KKP berikan telah menuai keberhasilan di berbagai daerah. Saya dapat laporan dari lapangan dan bahkan testimoni langsung dari masyarakat bahwa saat ini panen perdana mulai dilakukan. Intinya masyarakat sangat terbantu dengan upaya KKP dalam menggerakan kembali budidaya laut melalui program ini,” jelas Slamet di Jakarta.

Sementara itu, keberhasilan program optimalisasi KJA juga ditunjukkan dengan dilakukannya panen perdana di Kepulauan Bintan pada KJA milik Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Maju Jaya, Desa Penaga, Bintan. Rabu (22/11).  Kegiatan panen tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Ditjen Perikanan Budidaya KKP dan Sekretaris Daerah Bintan.

Sekretaris Ditjen Perikanan Budidaya Tri Hariyanto menyatakan, panen perdana ini merupakan bukti nyata keberhasilan program optimalisasi KJA. Ia berharap agar keberhasilan ini terus berlanjut dan memberikan dampak positif dalam mengangkat kembali perekonomian masyarakat di pesisir Bintan, umumnya Kepulauan Riau.

“Kami mengapresiasi upaya semua pihak dalam menyukseskan program ini,  dalam hal ini kelompok, Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam, dan Pemda. Panen perdana ini kembali memberikan harapan pada masyarakat bahwa budidaya laut masih berpotensi tinggi untuk dikembangkan. Mudah-mudahan apa yang dilakukan hari ini bisa memberikan motivasi lebih bagi masyarakat untuk kembali menggeluti usaha budidaya laut ini ke depan,” ungkap Tri di depan pembudidaya yang hadir.

Tri menambahkan, dukungan sarana budidaya KJA tersebut merupakan bentuk upaya pemerintah dalam menstimulus kembali pengembangan budidaya laut di sentral-sentral produksi. Bahkan menurutnya, pihak KKP berharap ke depan investasi di bidang ini akan mulai masuk.

Azlan, Ketua Pokdakan Maju Jaya mengaku panen perdana bawal bintang ini menghasilkan 3,5 ton dengan pendapatan yang diperolah lebih dari Rp17 juta. Awalnya kelompok mendapat dukungan benih sebanyak 10.000 ekor.

“Kami terus terang sangat terbantu dengan program KKP ini. Panen saat ini menambah optomisme kami untuk lebih berkembang lagi,” akunya. (Humas DJPB/AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terinspirasi (100.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments