[PRESSCON] Tindak Lanjut KKP Terkait Pelepasan Ikan Arapaima di Sungai Brantas Jawa Timur

20

Jakarta, Kamis (28/6) – Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu (BKIPM) KKP, Rina mengungkapkan, di alam bebas, ikan Arapaima sangat rakus memangsa ikan air tawar. Untuk ukuran ikan Arapaima besar bahkan bisa menghabiskan 5 kg ikan lele dalam waktu sehari.

“Untuk memelihara saja dalam sehari Ikan itu (Arapaima) membutuhkan 5 kg ikan lele. Lalu pemiliknya kecewa karena harga jualnya tidak setara dengan hasil yang mereka dapatkan, sehingga mereka melepas begitu saja,” ungkap Rina saat ditemui di Kantor KKP, Jakarta Pusat. Karena dianggap rakus dan bisa mengancam sumber daya perikanan air tawar khususnya sungai, ikan Arapaima termasuk dalam kategori ikan yang dilarang beredar di Indonesia. Hal ini sudah diatur dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 31 Tahun 2014 tentang Pelarangan Pemasukan Jenis Ikan Berbahaya dari Luar Negeri ke Perairan Indonesia.

Ikan Arapaima memiliki habitat di Sungai Amazon, Brasil. “Karena ikan ini termasuk ikan yang dapat membahayakan sumber daya hayati dan manusia, hal ini yang membuat ikan Arapaima dilarang berada di perairan Indonesia,” sebutnya.

KKP sudah bergerak cepat untuk menangkap kembali ikan Arapaima yang kabarnya dilepas di Sungai Brantas. Sampai saat ini, KKP sudah menemukan 30 ekor ikan Arapaima. Sebanyak 18 ekor berada di penampungan BKIPM Surabaya, sisanya sudah dikonsumsi masyarakat (6 ekor), dalam keadaan mati dan diambil oleh masyarakat (1 ekor), serta ditangkap masyarakat (4 ekor).

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menjelaskan bahwa masyarakat masih belum banyak yang memahami ikan Arapaima termasuk dalam kategori ikan predator.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Senang (100.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments