[PRESSCON] KJA Offshore dan Isu Destructive Fishing

34

Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) beberapa waktu lalu meresmikan pembangunan Keramba Jaring Apung (KJA) Lepas Pantai (offshore) di Pangandaran, Jawa Barat. Selain Pangandaran, KJA dengan teknologi modern dari Norwegia yang diresmikan Presiden Joko Widodo ini juga dibangun di Sabang, Aceh dan Karimunjawa, Jepara.

Guna pembangunan instalasi percontohan di tiga lokasi ini, KKP menyiapkan anggaran sebesar Rp131,451 miliar. Anggaran ini digunakan untuk pengadaan KJA; feed barge (gudang pakan dan ruang kontrol); kapal kerja; sistem pemberian pakan terintegrasi; sistem pemantauan KJA (camera system); dan rubber boat.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti juga menyebutkan, pembangunan KJA offshore ini sesuai dengan instruksi presiden untuk mendorong nelayan tidak hanya melakukan penangkapan ikan di laut, tetapi juga meningkatkan produksi melalui budidaya.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti juga menyampaikan apresiasi atas keberhasilan penangkapan kapal KLM Motor Eka Putri oleh Tim Gabungan Kepolisian Resort (Polres) Kepulauan Selayar dan Sat Polair di Perairan Jampea, Kayuadi atau sekitar 50 mil dari Pelabuhan Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Kamis (26/4) sekitar pukul 08.00 waktu setempat. Pasalnya, dalam operasi yang dipimpin langsung oleh Kasiwas IPDA Agus Juniardi tersebut, KLM Motor Eka Putri kedapatan membawa 2.400 karung atau sekitar 50 ton amonium nitrat yang diduga akan digunakan sebagai bahan baku pembuatan bom ikan.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments