Presiden: Kinerja Perikanan Membaik dalam 3,5 Tahun

98
Dok. Istimewa

KKPNews, Jakarta – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menerima perwakilan nelayan seluruh Indonesia di Istana. Dalam pertemuan tersebut ia didampingi oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Di kesempatan itu, Menteri Susi turut melaporkan beberapa kinerja yang telah dicapai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam 3,5 tahun terakhir ini.

“Perizinan kapal dengan ukuran di bawah 10 GT kini tidak perlu mengurus izin untuk penangkapan ikan. Sedangkan untuk kapal 10-30 GT perizinannya dilakukan di provinsi masing-masing sehingga lebih sederhana,” ujar Menteri Susi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (8/5).

“Kita tidak perlu lagi izin untuk kapal di bawah 10 GT. 10 GT sampai 30 GT ini memang masih ada di provinsi nanti kita akan konsolidasi dengan provinsi untuk menjadikannya lebih mudah. 30 GT ke atas kita semua sudah online dan kita juga membuka gerai bersama,” Lanjut Menteri Susi.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo mengungkapkan bahwa dalam 3,5 ini, KKP di bawah kepemimpinan Menteri Susi telah menenggelamkan 336 kapal asing ilegal yang yang berlayar di wilayah perairan Indonesia.

“Sekarang sudah tidak berani lagi masuk ke Indonesia. Ada satu, dua, tiga. Itu satu, dua, tiga tapi ditangkap lagi Ibu Susi, ya itu langsung ditenggelamkan,” ujar Presiden.

Tidak hanya itu, nelayan juga menerima asuransi perikanan dengan klaim yang maksimal mencapai Rp200 juta jika meninggal dunia saat bekerja di laut. Keseluruhan biaya tersebut akan ditanggung oleh pemerintah.

Terlepas dari meningkatnya Tukar Nelayan dan Nilai Tukar Usaha Perikanan serta kinerja ekspor produk perikanan, Menteri Susi mengakui, industri perikanan Indonesia masih menghadapi kendala, khususnya pada kebijakan peralihan alat tangkap yang berbahaya menjadi ke yang ramah lingkungan yang masih banyak ditentang. (Irna Prihandini/AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Sedih (50.0%)
  • Senang (50.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)

Comments

comments