Presiden Joko Widodo: Dibutuhkan Revolusi Mental untuk Mengelola Lautan

15
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menyampaikan sambutannya saat membuka Our Ocean Conference 2018, Senin (29/10) di Bali Nusa Dua Convention Center. Dok. Humas KKP/Regina Safri

Bali – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengungkapkan keyakinan bahwa dunia dapat belajar dari revolusi mental Indonesia dalam menangani tantangan dan dalam mengelola laut secara berkelanjutan. Presiden mengimbau masyarakat untuk menerapkan revolusi mental dalam mengelola dan melindungi laut untuk mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Dalam pidatonya saat membuka Our Ocean Conference (OOC) 2018 di Nusa Dua, Bali, Presiden Jokowi meminta komunitas internasional untuk mengambil langkah-langkah revolusioner untuk mengatasi global masalah maritim.

“Kita membutuhkan revolusi mental dalam menangani tantangan laut dikelola secara berkelanjutan,” ungkap presiden.

Presiden juga mendesak komunitas internasional untuk bersatu dan bekerja sama mengatasi kondisi laut yang memburuk. Ia percaya bahwa tidak ada satu negara pun bisa mengatasi situasi ini sendirian. Sebagai negara kepulauan, Indonesia tahu betul bahwa laut memegang peranan yang sangat penting dalam aspek ekonomi, lingkungan, keamanan, dan aspek lainnya. Oleh karena itu, presiden menginginkan kerja sama dunia dan berbagai pemangku kepentingan untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama terkait dengan perlindungan laut.

Semua negara juga harus mendasarkan kebijakan maritim pada norma-norma yang diakui secara internasional dan hukum. “Saya percaya 90 persen volume perdagangan dunia dilakukan melalui laut, Lebih dari 40 persen dari nilai perdagangan juga diangkut melalui laut, dengan 61 persen dari produksi minyak dunia didistribusikan melalui laut. Kekayaan maritim diperkirakan mencapai USD 424 triliun. Jutaan mata pencaharian masyarakat bergantung pada sektor perikanan,” papar Presiden Jokowi.

Sebagai informasi, lebih dari 3.000 peserta menghadiri OOC yang berlangsung pada 29-30 Oktober 2018 ini. Acara ini merupakan kolaborasi apik antara Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Turut hadir dalam OOC 2018 Presiden Palau Thomas E. Remengesau, Presiden Federasi Serikat Mikronesia Peter Martin Christian, Wakil Presiden Panama Isabel de Saint Malo de Alvarado, Wakil Presiden Seychelles Vincent Emmanuel Angelin Meriton dan Pangeran Albert II dari Monaco. Sebagaimana tujuan utama dari OOC guna meningkatkan kolaborasi semua pemangku kepentingan untuk membuat konkret dan terukur komitmen untuk melindungi lautan. (AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments