PMBR Sebut Menteri Susi Pahlawan Nelayan

58
Presidium Mahasiswa Bela Rakyat (PMBR) melaksanakan diskusi publik bertema "Menteri Susi Pudjiastuti Pahlawan Nelayan Indonesia", di Rawamangun, Jakarta Timur, Sabtu (19/8). Dok. Humas KKP/Estu Handayani Siwi

KKPNews, Jakarta – Jargon pemerintahan Jokowi – JK yaitu “kerja nyata” ditunjukkan oleh para “pembantu”nya, salah satunya adalah Susi Pudjiastuti. Sejak menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan Oktober 2014 lalu, Susi Pudjiastuti melakukan berbagai gebrakan, diantaranya menindak tegas pelaku Ilegal Fishing atau pencurian ikan utamanya oleh kapal-kapal asing.

Ketua Presidium Mahasiswa Bela Rakyat (PMBR), Anhar Tanjung menilai kebijakan Susi Pudjiastuti sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan sudah tepat, ratusan kapal pencuri ikan dari negara asing berukuran besar diledakkan dan ditenggelamkan. Kebijakan ini terasa dampaknya bagi nelayan dilihat dari taraf hidup nelayan meningkat, nilai tukar nelayan naik dari 105 pada tahun 2016 menjadi 110 pada tahun 2017, serta pendapatan ikut meningkat.

Anhar juga menjelaskan bahwa kebijakan Susi Pudjiastuti bukan untuk jangka pendek, melainkan jangka panjang, terlihat pada kebijakan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2015 tentang Larangan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Pukat Hela dan Pukat Tarik. Kebijakan tersebut dikeluarkan karena banyak oknum yang memodifikasi ukuran mata jaringnya (mesh size) hingga 1,5 inci, padahal aturan maksimalnya 2 inci. Kecilnya mesh size membuat ikan kecil yang masih berpotensi untuk tumbuh dan bertelur ikut terjaring.

PMBR tidak menilai keberhasilan Susi Pudjiastuti dari pemberitaan media, melainkan dari data statistik. Produksi perikanan tahun 2016 merupakan yang tertinggi dalam 5 tahun terakhir. Data KPP berkaitan produksi perikanan mencapai dari tahun 2016 hingga 2012 berturut turut sebagai berikut, tahun 2016 sebanyak 6,83 juta ton dengan nilai Rp125,3 triliun, tahun 2015 sebanyak 6,52 juta ton dengan nilai Rp116,3 triliun, tahun 2014 sebanyak 6,21 juta ton dengan nilai Rp108,5 triliun, tahun 2013 sebanyak 5,86 juta ton dengan nilainya Rp85,1 triliun, dan tahun 2012 sebanyak 5,84 juta ton dengan nilai Rp79,3 triliun.

Maka dengan itu, Kebijakan Susi Pudjiastuti yang telah membangkitkan kembali kekuatan maritim Indonesia, meningkatkan kesejahteraan nelayan layak menyandang predikat sebagai ”Pahlawan Nelayan” di Indonesia, karena menjadikan Laut Indonesia sebagai sumber penghasilan bagi rakyat Indonesia sendiri bukan pencuri ikan dari negara asing ataupun mafia. (Rilis PMBR)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Sedih (50.0%)
  • Senang (50.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)

Comments

comments