Pidana 6 Tahun bagi Pelepas dan Pembudidaya Ikan Arapaima

93
Rekan media mengunjungi Galeri Karantina KKP yang memanjang ikan Arapaima dan berbagai ikan lain yang dilarang masuk ke Indonesia sebagai media edukasi. Dok. Humas KKP/Handika Rizki

KKPNews, Jakarta – Sehubungan dengan ditemukannya ikan Arapaima di sungai Brantas, Mojokerto, Jawa Timur, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) segera bertindak dan melakukan investigasi terhadap hal ini. Tidak hanya melakukan penangkapan ikan Arapaima yang lepas di sungai, KKP juga telah menemukan individu yang memiliki 30 ekor ikan Arapaima.

Kepala Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Rina mengatakan, pemilik Araipama tersebut memiliki dua kolam yang masing-masing berisi 18 ekor dan 12 ekor ikan Arapaima.

“Total di Sidoarjo 30 ekor di penampungan di Sidoarjo yang hari ini akan ditelusuri. Berdasarkan UU yang berlaku, jika yang memiliki terbukti menyalahi aturan akan dikenai hukuman,” ujar Kepala BKIPM Rina di Kantor KKP, Jakarta, Kamis (28/6).

Sesuai dengan UU 31 tahun 2004 tentang Perikanan pasal 86 ayat, ayat 1 bahwa bagi siapapun yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan pencemaran dan/atau kerusakan sumberdaya ikan dan/atau lingkungannya bakal dipidana penjara maksimal enam tahun dan denda maksimal Rp2 miliar.

Lalu pada UU 31 tahun 2004 pasal 86, ayat 2, bagi individu yang membudidayakan ikan yang dapat membahayakan sumber daya ikan dan/atau lingkungan sumber daya ikan dan/atau kesehatan manusia bakal dikenai hukuman penjara maksimal enam tahun dan denda maksimal Rp1,5 miliar.

Ikan Arapaima termasuk termasuk jenis ikan berbahaya yang dapat merugikan serta membahayakan kelestarian sumber daya ikan, lingkungan dan manusia. Sebenarnya halĀ  ini sudah tertulis dalam Peraturan Menteri Kelautan Perikanan Nomor 41 Tahun 2014 tentang Larangan Pemasukan Jenis Ikan Berbahaya dari Luar Negeri ke Dalam Wilayah Negara Republik Indonesia.

Lantas dengan mengirim bahkan membudidayakan ikan tersebut terhitung telah melanggar hukum. Bagi pemiliik ikan Arapaima dihimbau untuk menyerahkan peliharannya kepada pihak KKP untuk dimusnahkan.(Irna Prihandini/AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Senang (100.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments