Perinus Pecahkan Rekor Ikan Tuna Bakar Terberat di Indonesia

310
Perinus memecahkan rekor MURI ikan tuna bakar terberat di Indonesia pada Minggu (26/11) di Lapangan Parkir Sarinah Thamrin. Dok. Humas KKP/Handika Rizki R.

KKPNews, Jakarta – Dalam rangka merayakan puncak acara ulang tahun yang ke-12, kali ini PT Perikanan Nusantara (Perinus) menggelar pemecahan rekor MURI untuk mengelola ikan tuna bakar terberat di Indonesia pada Minggu (26/11) di Lapangan Parkir Sarinah Thamrin. Dalam acara itu, turut hadir Rifky Effendi Hardijanto Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyaksikan hidangan ikan tuna bakar seberat 80,9 kg.

Sebelum kebijakan Menteri Susi dalam memoratorium kapal asing di perairan Indonesia, Direktur Utama Perinus Dendi Anggi Gumilang mengungkapkan bahwa pihaknya hanya mampu memecahkan rekor seberat 35 kg. Bahkan rata-rata, pihaknya hanya mampu mendapatkan ikan tuna dengan berat di bawah 20 kg. Namun saat ini Perinus mampu mendapatkan ikan tuna yang ukurannya lebih dari dua kali lipatnya.

“Ikan (tuna seberat 80,7 kg) ini didapat dari Morotai dari hasil penangkapan perinus. Rekor sebelumnya hanya 35 kg dan sekarang kami berhasil mendapatkan lebih dari dua kali lipatnya. Melalui acara ini, kami ingin membuktikan kebijakan KKP memberikan dampak bahwa ikan-ikan yang ditangkap nelayan saat ini berat-berat,” ungkap Dendi pada sambutannya.

Ini menjadi bukti bahwa kebijakan Menteri Susi dalam memberantas penangkapan ikan ilegal mampu memberikan dampak positif bagi nelayan kecil dan pengusaha perikanan. Bahkan jumlah stok ikan lestari Indonesia (MSY) terus meningkat hingga pada 2016 mencapai 12,54 juta ton.

M. Zulfikar Muchtar Komisaris Utama Perinus menyampaikan bahwa minimnya stok ikan di perairan Indonesia terjadi karena banyaknya kapal-kapal besar dari berbagai negara menangkap ikan secara ilegal di Indonesia. Tak hanya itu, masuknya kapal-kapal besar ini menyebabkan semakin kecil kesempatan nelayan Indonesia untuk menangkap ikan. Melalui kebijakan pemberantasan illegal fishing ini, menurutnya, dapat menciptakan ruang kesempatan bagi nelayan untuk menangkap ikan, meningkatnya jumlah stok ikan Indonesia, dan hasil akhirnya dapat memudahkan nelayan untuk menangkap ikan.

Tuna yang merupakan salah satu migratori spesies ini memiliki prospek yang sangat besar bagi Indonesia ke depannya. Apalagi Indonesia menjadi salah satu kampung halaman Tuna. Rifky menyampaikan bahwa KKP sedang mengupayakan agar kualitas ikan tuna di Indonesia bisa mencapai grade satu. Sebab harga di pasar jauh berbeda antara ikan tuna grade 1 dengan ikan tuna grade 3.

“Kualitas tuna di Indonesia pada umumnya saat ini hanya mencapai grade tiga. Kalau ini bisa (red. kualitas ikan tuna Indonesia grade satu) dengan tonase yang sama, value-nya akan meningkat sehingga pendapatan nelayan bisa mencapai empat kali lipatnya,” terang Rifky.

Perinus merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam bisnis perikanan. Dengan adanya kedekatan bisnis antara nelayan dengan Perinus, Rifky berharap dapat memberikan hubungan yang saling menguntungkan satu sama lain dengan memberi kesempatan nelayan-nelayan kecil untuk menjual ikan hasil tangkapannya melalui Pernius.

“Perinus merupakan salah satu BUMN yang bergerak di bidang perikanan. Saya berharap Pernius dapat membeli ikan dari nelayan untuk dijual kepada pembeli yang potensial. Dengan kata lain ini tidak hanya meningkatkan omzet perusahaan tapi juga dapat membantu nelayan kecil, “ terang Rifky dalam jumpa pers. Salah satu buktinya, ikan tuna di Morotai yang semula dikubur karena nelayan kecil tidak mampu menjual hasil tangkapannya, sekarang bisa dinikmati oleh masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.

Sebagai informasi, jenis tuna yang dibakar adalah ikan tuna Big Eye atau ikan tuna mata lebar dengan panjang 160,06 cm, lingkar badan 122 cm, dan berat 80,9 kg. Di nusantara, ikan ini juga dikenal dalam berbagai nama seperti ikan tuna mata belo, sisiak bonta, bet, jabrig, atau ikan bungkulis. Ikan tuna jenis ini merupakan ikan konsumsi tangkapan penting dalam industri perikanan dan menjadi target penangkapan dalam rekreasi memancing. (IM)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Senang (66.7%)
  • Tidak Peduli (16.7%)
  • Terinspirasi (16.7%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments