Penyetrum Ikan Akan Ditindak Tegas

2750
Seorang warga sedang menyetrum ikan.

KKPNews, Banda Aceh – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh Singkil janji segera mengambil tindakan terkait maraknya penyetruman ikan di Daerah Aliran Sungai (DAS). Kepala DKP, Ismed Taufik mengatakan, pemerintah akan memanggil masyarakat yang berada di kawasan DAS Singkil untuk diberikan pemahaman terkait larangan setrum ikan.

“Kami akan panggil semua masyarakat yang berada di DAS termasuk mukim dan kepala desa,” jelas Taufik, saat menghadiri sebuah acara di Banda Aceh, Senin (21/3).

Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat memahami bahaya penggunaan setrum ikan dan sanki bagi penggunanay. Setelah sosialisasi itu dilakukan, pihaknya berjanji akan memberikan sanksi tegas dan menindak setiap pelaku yang masih nakal. Taufik mengatakan, pihaknya akan menggelar sosialisasi rutinan kepada masyarakat mengenai dampak penyetruman pada ikan.

“Minggu depan tim akan langsung turun, kami sosialisasikan larangan penggunaan setrum dulu baru setelah itu kami terapkan sanksi bagi yang kedapatan menggunakanya,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Taufik juga mengingatkan, penangkapan ikan dengan menggunakan alat setrum sama bahayanya dengan penggunaan alat tangkap lain yang dilarang. Sanksinya sesuai aturan yang berlaku bagi pelaku illegal fishing di laut yakni sebagaimana yang diatur dalam Undang-undang nomor 45 tahun 2009 perubahan atas UU nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan.

Alat setrum ikan selain berbahaya untuk lingkungan juga berbahaya terhadap diri sendiri. Salah menggunakan dapat menyebabkan kematian bagi penggunanya. Misalnya saja yang dialami oleh salah seorang penyetrum di wilayah Tanah Merah yang meninggal tersengat setrumnya sendiri. (MD)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Senang (75.9%)
  • Terinspirasi (8.6%)
  • Tidak Peduli (5.2%)
  • Sedih (5.2%)
  • Takut (1.7%)
  • Terhibur (1.7%)
  • Marah (1.7%)
  • Terganggu (0.0%)

Comments

comments