Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp6,6 Miliar Kembali Digagalkan

66
Dok. Istimewa

KKPNews, Tangerang – Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Cengkareng dibantu petugas Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Tanggerang, Banten, berhasil menggagalkan upaya penyeludupan benih lobster yang akan diekspor ke Singapura, Selasa (6/2). Sedianya benih lobster ini  akan diekspor dengan menggunakan kargo pesawat udara Garuda Indonesia GA 824.

Menurut Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno Hatta Erwin Situmorang, keberhasilan penindakan ini bermula ketika petugas Bea Cukai curiga terhadap rencana ekspor PT. HSL yang selama ini diketahui sebagai pengekspor sayuran segar.

Hal ini sehubungan dengan modus pelaku yang sengaja mencampur benih lobster dan sayuran dalam 30 kotak. Setelah diperiksa, ternyata 12 dari 30 kotak tersebut berisi 33.400 ekor  benih lobster jenis lobster mutiara dan lobster pasir yang bernilai sekitar Rp6,6 miliar

“Selama ini diketahui PT HSL yang merupakan pengekspor sayuran segar. Namun saat dilakukan pengawasan terhadap pemasukan barang ekspor, petugas menemukan 30 koli kemasan yang berbeda jenis. 12 koli diantaranya dikemas dengan Styrofoam dan dilapisi plastik,” ujar Erwin.

Kemudian petugas melakukan pemeriksaan untuk memastikan jenis barang apa tersebut. Alhasil petugas berhasil menemukan salah satu koli yang terdapat penampakan plastic berisi air dan oksigen yang diduga berisi ratusan benih lobster.

“Atas penemuan itu, Bea Cukai Soekarno-Hatta bekoordinasi dengan Balai Besar Karantina ikan Soekarno-Hatta untuk melakukan pencacahan dan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kantong-kantong plastic yang diduga berisi benih lobster tersebut,” ungkap Erwin

Upaya ekspor benih lobster ilegal ini telah melanggar hukum yang terdapat di Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 56/PERMEN-KP/2016 pasal 2 dan 7 yang mengatur tentang lobster. (Garry Achmad)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments