Penuhi Kebutuhan Garam Konsumsi dengan Produksi dalam Negeri

86
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat memberikan keterangan terkait rekomendasi impor garam di Jakarta, Selasa (23/01). Dok. Humas KKP/Joko Siswanto

KKPNews, Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berbicara terkait rekomendasi impor garam yang dikeluarkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam Rapat Koordinasi bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta, Senin (22/01) lalu. Menurut Menteri Susi, impor garam memang harus dilakukan karena produksi garam nasional tidak mencukupi kebutuhan masyarakat, terutama kebutuhan garam industri.

“Impor itu hal biasa di semua negara terutama untuk memenuhi kebutuhan livelihood masyarakat. Akan tetapi, apabila impor ini diatur dengan betul, tentu saja goodwill dari pengaturan ini bukan untuk mengakali aturan, bukan untuk mengakali para petani garam sehingga untung sebesar-besar,” ungkap Menteri Susi di Jakarta, Selasa (23/01).

“Kalau kita tidak bisa menaikkan harga garam petani, kita juga tidak bisa meningkatkan jumlah produksi petani. Siapa yang bersemangat kalau mereka memproduksi garam harus rugi? Nah inilah, di sini Kementerian Kelautan dan Perikanan meng-encourage bukan cuma dengan bahasa, kata, tapi juga dengan bantuan geomembran, dengan bantuan gudang-gudang penampungan garam. Supaya petani garam bisa menyimpan cukup waktu dan bisa menjual pada saat yang tepat,” tambah dia.

Menurut Menteri Susi, KKP telah melibatkan PT Garam dalam merumuskan rekomendasi tersebut.Impor yang dilakukan pun hanya untuk menggantikan kekurangan produksi dalam negeri sehingga yang direkomendasikan hanyalah impor garam industri.

“Yang penting sebetulnya, semangatnya itu harus bagaimana membawa para petani semangat untuk berproduksi lebih baik kualitasnya dan lebih banyak. Kemudian bawa PT Garam ikut serta untuk menjadi pendamping dan penyangga garam rakyat pada saat mereka panen,” tutur Menteri Susi.

Menteri Susi berpendapat, segala upaya yang dilakukan KKP telah dilakukan setransparan mungkin melalui publikasi resmi yang aktif dilakukan KKP. Usaha-usaha tersebut menurutnya untuk meningkatkan semangat petambak garam untuk memproduksi garam lebih banyak dan lebih baik.

“Mudah-mudahan kita bisa swasembada garam. Walaupun tentu saya tahu dan aware kita harus bekerja keras untuk itu dan memerlukan waktu bertahun-tahun,” pungkasnya. (AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments