Pengukuran Ulang Kapal Dimulai dari Pelabuhan Kendari

264

KKPNews, Kendari – Petugas Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) melakukan pengukuran dan pengecekan kapal di Kendari di Sulawesi Tenggara, pada Jumat (22/04). PPS resmi menjadi satu dari 31 pelabuhan di Indonesia yang menyediakan gerai pelayanan kapal hasil ukur ulang. Peluncuran layanan tersebut, sudah lama dijanjikan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, pengukuran ulang kapal harus dilakukan segera, karena itu untuk mempermudah perizinan operasional kapal saat akan melaut. Pengukuran ulang perlu dilakukan, karena selama ini masih banyak kapal yang beroperasi memanipulasi data kapal.

Susi menyebut, manipulasi data yang dilakukan pemilik kapal, tidak lain karena mereka diduga kuat ingin menghindari beban biaya untuk pendapatan negara bukan pajak (PNBP). Biasanya, manipulasi dilakukan dengan membuat data kapal menjadi berukuran dibawah 30 gros ton (GT) atau batas minimal dari beban biaya untuk PNBP.

“Jika kapal dimanipulasi datanya jadi di bawah 30 GT, maka tidak ada biaya yang harus dibayar, karena kapal di bawah 30 GT itu tidak perlu bayar PNPB. Jadi, jangan heran jika ada kapal yang menyebut bobotnya 30 GT, padahal aslinya lebih,” ucap dia.

Karena itu, Susi mengungkapkan, pengukuran ulang kapal wajib dilakukan jika memang ingin beroperasi kembali. Menurutnya, jika memang kapalnya tidak memiliki manipulasi data, proses tersebut tidak perlu dihindari. (Foto/EL)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terinspirasi (100.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments