Pengukuhan Dua Profesor Riset, KKP Dorong Peneliti Berikan Karya Terbaik untuk Bangsa

96
Pengukuhan dua profesor riset BRSDM di Jakarta, Jumat (4/5). Dok. Humas BRSDM

KKPNews, Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam hal ini diwakili Sekretaris Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM KP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Maman Hermawan mengukuhkan dua profesor riset BRSDM di Jakarta, Jumat (4/5). Pada kegiatan tersebut, Menteri Susi berpesan agar peneliti melakukan inovasi-inovasi riset untuk mendorong kejayaan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

“Saya berharap para peneliti melakukan inovasi-inovasi riset kelautan dan perikanan yang bisa membantu nelayan meningkatkan taraf hidupnya, inovasi yang memberi solusi-solusi terbaik dalam bidang budidaya, inovasi yang mampu menjaga keanekaragaman hayati kelautan perikanan, dan inovasi yang mendorong dan mendukung kemandirian dan kedaulatan negara,” kata Maman Hermawan menyampaikan pesan Menteri Susi.

Ia juga menginginkan agar Iptek ditempatkan pada bagian integral seluruh kegiatan pelayanan masyarakat dan wujud pengabdian kepada bangsa dan negara, baik melalui penyusunan kebijakan dan regulasi, maupun implementasi kelautan dan perikanan. Dengan demikian diharapkan Iptek dapat menjadi bagian dari kemajuan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Hasil riset harus menjadi dan akan kami jadikan sebagai landasan utama penerbitan setiap kebijakan, sehingga secara filosofis rasa keadilan maupun secara sosiologis dapat diterima oleh masyarakat karena bermanfaat bagi mereka,” lanjut Maman.

Adapun kepada dua profesor yang dikukuhkan, Dr. Ir. Rudhy Gustiano M. Sc. dan Dr. Ir. Mas Tri Djoko Sunarno, M. S., Maman menyampaikan apresiasi. “Kami mengucapkan selamat kepada keduanya karena telah mencapai puncak karir sebagai Profesor Riset,” ujar Maman.

Tak hanya kepada dua profesor peneliti, apresiasi dan penghargaan juga disampaikan kepada Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) beserta jajarannya yang telah mendukung perjalanan karir para peneliti BRSDM, khususnya kedua Profesor Riset yang pagi ini dikukuhkan oleh Majelis Pengukuhan Profesor Riset.

Sebagai informasi, Profesor Riset adalah sebuah pencapaian Puncak Karir Fungsional seorang peneliti. Berdasarkan catatan, dari 529 orang peneliti BRSDM hanya 60 orang yang mencapai Peneliti Utama, dan hanya 17 orang Profesor Riset yang masih aktif, serta 11 orang Profesor Riset yang sudah pensiun. Oleh karena itu, diharapkan Pengukuhan Profesor ini dapat memotivasi semua pejabat fungsional peneliti khususnya lingkup BRSDM agar lebih produktif lagi menghasilkan inovasi-inovasi baru dan karya-karya nyata yang bermanfaat untuk bangsa dan negara, menuju Negara Maritim yang Mandiri dan Berdaulat.

“Saya ingin mengajak kepada seluruh Profesor Riset, khususnya yang dikukuhkan hari ini, untuk memberikan karya terbaiknya bagi masyarakat Indonesia, dan bagi kejayaan bangsa dan negara, maupun bagi kelangsungan hidup berbangsa dan antarbangsa,” tutup Maman.

Pada upacara pengukuhan, Dr. Ir. Rudhy Gustiano M.Sc dari Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar dan Penyuluh Perikanan (BRPBATPP) menyampaikan orasi ilmiah di bidang pemuliaan dan genetika. Tema yang diangkat adalah ‘Rekayasa Genetika dalam Pemanfaatan Sumber Daya Ikan Air Tawar Konsumsi’. Rudi berpendapat, budidaya air tawar harus difokuskan kepada: 1) jenis-jenis ikan lokal untuk ketahanan pangan; 2) jenis-jenis ikan spesifik lokal yang memiliki peranan ekonomis penting; dan 3) ikan-ikan potensial bernilai tinggi sebagai kandidat andalan penghasil devisa. Hal tersebut dilakukan untuk memenuhi target nasional konsumsi ikan per kapita per tahun, tanpa sentuhan genetika pemanfaatan sumber daya genetik ikan tidak akan optimal.

Sementara itu, Dr. Ir. Mas Tri Djoko Sunarno, M. S. yang juga dari BRPBATPP menyampaikan orasi ilmiah di bidang nutrisi dan teknologi pakai. Ia mengusung tema ‘Strategi Penyediaan Pakan Lokal Berkualitas dan Ekonomis Untuk Peningkatan Usaha Budidaya Ikan Air Tawar’. Tri berpendapat, upaya penyediaan pakan lokal berkualitas dan ekonomis di Indonesia masih memerlukan pengembangan secara lebih luas melalui penerapan strategi pengembangan. Adapun strategi pengembangan dimaksud adalah: 1) penataan bahan baku lokal meliputi penyebaraan informasi kualitas dan sentra-sentra bahan baku lokal komersial dan potensial serta pengolahannya sesuai dengan standar, terutama darah sapi, keong mas, biji karet, eceng gondok dan rumput laut; 2) pengawalan pembuatan formula kepada pembuat pakan lokal dan pemberian sertifikat bagi yang dianggap mampu; 3) penyediaan Iptek pakan lokal secara tepat guna dan sasaran serta kelayakan usahanya melalui riset secara terintegrasi; 4) penguatan kelembagaan melalui pemisahan kelompok pembuat pakan dengan kelompok budidaya lainnya dan segmentasi usahanya; dan 5) sinergitas dukungan pemerintah pusah dan daerah dengan pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas antara pemerintah pusat dan daerah. (Humas BRSDM/AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terinspirasi (100.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments