Pemerintah Gagalkan Penyelundupan 1,6 Ton Kepiting Bertelur di Tarakan

63
Sebanyak 55 box atau sekitar 1,6 ton kepiting bertelur yang akan dikirim ke Tawau Malaysia berhasil digagalkan di Tarakan, Senin (30/4). Dok. Humas BKIPM

KKPNews, TarakanĀ – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (KIPM) Tarakan dan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Tarakan bekerja sama dengan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut XIII Tarakan (Lantamal XIII Tarakan) dan Polres Tarakan berhasil menggagalkan pengiriman sekitar 1,6 ton kepiting bertelur, Senin (30/4). Kepiting bertelur yang disimpan dalam 55 box tersebut rencananya akan diselundupkan ke Tawau Malaysia.

Tim EFQR Lantamal XIII Tarakan (Patkamla Sebatik) menangkap speed boat 400 PK tanpa nama yang membawa kepiting selundupan pada Senin (30/4) dini hari waktu setempat. Dalam penangkapan tersebut turut diamankan 1 motoris dan 1 ABK.

Danlantamal XIII Tarakan Sigit Setiyanta mengatakan, sekitar pukul 03.30 WITA Speed Boat 400 PK tanpa nama disandarkan dan diamankan di dermaga Satrol Lantamal XIII Tarakan untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut. Adapun motoris pembawa selundupan diamankan di Polres Tarakan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Larangan penyelundupan kepiting bertelur telah diatur dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 56 Tahun 2016 tentang Larangan Penangkapan dan/atau Pengeluaran Lobster (Panulirus spp.), Kepiting (Scylla spp.), dan Rajungan (Portunus spp.) dari Wilayah Negara Republik Indonesia. Dalam Permen tersebut disebutkan, kepiting yang sedang bertelur atau memiliki berat di bawah 200 gram per ekor dilarang ditangkap atau dikeluarkan. Demikian disampaikan Kepala Balai KIPM Tarakan Umar.

Menurut Umar, barang bukti telah diamankan dan dilepasliarkan ke alam pada Senin (30/4) sore bersama seluruh instansi yang terkait dalam penangkapan tersebut.

“Kita lepaskanliarkan lagi ke alam agar kepiting-kepiting bertelur ini dapat berkembang biak,” tandasnya. (AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments