Pemerintah Berhasil Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp58,4 Miliar

90
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat memberikan keterangan mengenai penggagalan penyelundupan benih lobster di Komplek Widya Candra pada Rabu (23/5). Dok. Humas KKP/Joko Siswanto

KKPNews, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Bareskrim Polri berhasil menggagalkan penyelundupan 389.591 benih lobster atau benur. Hal tersebut diungkapkan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam gelaran buka puasa bersama dengan media di Komplek Widya Candra V pada Rabu (23/5).

“Bayangkan kalau itu tumbuh besar. Sekarang ini memang musimnya bibit. Karena September-Oktober itu harusnya musim panen. Tapi kalau bibitnya diambil nelayan, tidak bisa panen,” ungkap Menteri Susi.

Menteri Susi menjelaskan, satu ekor benur dari para penangkap hanya dihargai Rp3.000,- ekor, sedangkan dari penangkap ke pengepul, benur diharagi Rp30.000, per ekor. Benur ini, lanjut Susi, biasanya diekspor ke Singapura dan dihargai Rp130.000 per ekor. Dari Singapura biasanya benur akan dikirim ke Vietnam dan harganya kembali naik menjadi Rp150.000 per ekor.

“Ini masih marak karena untungnya sangat besar. Karena ada pihak-pihak yang serakah dan yang nangkap itu bukan nelayan. Pengambil benur ini anak muda yang dipekerjakan oleh mafia benur,” lanjutnya.

Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) KKP mencatat, benih lobster yang berhasil diselamatkan pada Rabu 23 Mei 2018 adalah sebanyak 389.591 ekor, atau setara dengan Rp58,4 miliar. Hasil tersebut didapat dari dua penangkapan.

Penangkapan pertama merupakan hasil kerja sama KKP dengan Direktorat Tipidter Bareskrim dengan Tim Puskari BKIPM yang berhasil menyelamatkan benih lobster sebanyak 145.758 ekor dengan nilai Rp21,8 miliar. Adapun penangkapan yang kedua merupakan hasil kerja sama Polres Serang dengan Stasiun KIPM Merak, yang berhasil menyelamatkan 243.833 ekor dengan nilai setara dengan Rp36,5 miliar.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Fadli Imran menjelaskan, penangkapan tersebut dilakukan dalam kurun waktu tiga hari. “Kami melakukan penangkapan di dua titik, ini TKP nya di ruko jalan raya Karadenan Cibinong, Bogor. Ini kemungkinan besar benih lobster berasal dari Sukabumi dan sekitarnya,” tuturnya.

Pada penyergapan tersebut, Satgas benih lobster berhasil meringkus tiga orang tersangka dan mengamankan semua barang bukti di lokasi. Rute penyelundupan benur lobster disinyalir melalui jalur darat via Sumatera. Selain itu, dilakukan juga penangkapan di Bogor yang terletak di rest are jalan tol. “Tadi pagi (Rabu 23 Mei) dilakukan penangkapan di Jalan Tol Jagorawi rest area KM 21,” tambahnya.

Pada penangkapan di Serang, Polres Serang dan BKIPM Serang berhasil menangkap pengumpul benih lobster di gudang penampungan di Kota Serang dengan jumlah tersangka empat orang.

Fadli menegaskan, penyelidikan akan terus dilakukan. “Kepentingannya sungguh besar untuk kelangsungan nelayan kita yang pertama, yang kedua untuk kelangsungan ekosistem lobster kita,” jelasnya. (MD)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terinspirasi (100.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments