Panen Perdana Tambak Udang Percontohan Muara Gembong Memuaskan

93
Panen perdana proyek percontohan tambak udang Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Kamis (26/7).

KKPNews, Kab. Bekasi – Petambak udang di proyek percontohan program perhutanan sosial di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat yang digulirkan Presiden Joko Widodo telah menikmati hasil panen perdana mereka. Panen perdana ini mencapai 4 sampai 5 ton per hektar atau jauh lebih tinggi dari sebelum program perhutanan sosial dijalankan yaitu sekitar 50 sampai 100 kilogram per hektar.

Project Manager Redistribusi Aset Muara Gembong Agus Dwi Handaya pada Kamis (26/7) mengatakan, hal ini terlihat pada panen perdana yaitu pendapatan bersih yang diterima petambak mencapai Rp72 juta per 4 bulan atau Rp18 juta per bulan. Selain itu, saat ini petambak juga dapat membayar upah untuk pekerja tambak sesuai dengan UMR, yaitu Rp3,4 juta per bulan.

Pada pelaksanaan redistribusi aset, Kementerian BUMN mendorong sinergi antar BUMN dan institusi lainnya. Khusus di Muara Gembong, Bank Mandiri menjadi Project Leader dan dibantu oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), PLN, dan PT Perikanan Indonesia.

Dalam proses redistribusi aset lahan tambak Muara Gembong, Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya (BLUPPB) KKP membantu dalam hal pengolahan lahan tambak dan pengadaan bibit udang. Sementara untuk penerbitan Izin Pemanfaatan Hutan Perhutanan Sosial (IPHPS) dibantu oleh KLHK. IPHPS akan diterbitkan bagi petambak lokal penggarap, dengan syarat harus menanam mangrove di lahan yang sama.

Sinergi BUMN dan kementerian terkait ini diharapkan dapat membantu meningkatkan pendapatan para petambak secara signifikan sekaligus mendorong pertumbuhan perekonomian.

“Skema redistribusi aset kepada petambak lokal secara terintegrasi ini dapat dilakukan di wilayah lain dengan kondisi yang relatif sama. Dengan begitu, kami percaya bahwa melalui program ini, tingkat kesejahteraan masyarakat jadi meningkat dan mendorong pertumbuhan ekonomi lebih merata,” tutur Agus. (Dea Radista Rachmi/AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terinspirasi (50.0%)
  • Tidak Peduli (50.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments