Pameran Ikan Hias Internasional ‘Nusatic’ Resmi Dibuka

88
Dirjen PDSPKP KKP Nilanto Perbowo memberi sambutan dalam pembukaan acara Nusatic 2017 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Jumat (1/4). Dok. Humas KKP/Regina Safri

KKPNews, Tangerang – Usai penyelenggaraan Simposium Nasional Pembangunan Industri Ikan Hias diselenggarakan pada Tanggal 30 November 2017 di Nusantara Hall ICE, BSD Tangerang, bertemakan “Pengembangan Industri Ikan Hias Indonesia: Peluang dan Tantangan Menuju Indonesia sebagai Ekportir Ikan Hias Nomor 1 di Dunia” rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Pameran Ikan Hias Internasional (2nd Indonesia Ornamental Fish & Aquatic Plant Show) Nusantara Aquatic (Nusatic) 2017.

Nusantara Aquatic 2017 berlokasi di Hall 9-10 Indonesia Convention & Exhibition (ICE), Tangerang pada tanggal 1-3 Desember 2017 resmi dibuka oleh Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Nilanto Perbowo, pada Jumat (1/12). Dalam sambutannya, Nilanto mengajak pebisnis dan pembudidaya ikan hias Indonesia untuk mengalahkan Singapura yang saat ini merajai pasar ikan hias dunia. “Bagaimana mungkin kita bisa kalah? Laut kita luas, sumber daya kita berlimpah, tapi kenyataannya, kita belum jadi nomor satu di dunia ikan hias. Padahal Singapura luasnya mungkin sama dengan Tangerang ini,” ungkap dia.

Untuk ekspor ikan hias laut, Indonesia saat inimenduduki posisi ke 3 dunia, dengan nilai mencapai sekitar USD5,43 juta.  Sementara nilai ekspor ikan hias air tawar menduduki posisi ke 5 besar dunia, dengan nilai mencapai USD14,16 juta dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir (2007–2016).

Bupati Tangerang Ahmad Zaki Iskandar menyambut baik terselenggaranya Nusatic 2017, Bupati Ahmad juga mengaku pecinta ikan hias dan memiliki aquarium di rumah dan di kantor, tapi belum menyangka kalau industri ikan hias Indonesia sangat potensial. Bupati Ahmad, Perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan Nilanto, Direktur Nusatic Sugianto dan Perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Sugeng Harmono menabuh bedug sebagai tanda resmi dimulainya pameran ikan hias internasional yang digadang-gadang sebagai “the biggest show in the world”.

Adapun tujuan penyelenggaraan rangkaian kegiatan ini adalah meningkatkan kepedulian tentang potensi ikan hias Indonesia, kesepakatan untuk membangun Industri Ikan Hias Nasional mewujudkan Indonesia sebagai produsen dan eksportir Ikan Hias No. 1 di dunia dan peluncuran Rencana Aksi Nasional (RAN) Pembangunan Industri Ikan Hias 2017-2021. (Menkomar)

 

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (50.0%)
  • Takut (50.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)

Comments

comments